IHSG Dibuka Menguat 0,54% di Level 6.219 pada 31 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Pada pembukaan pasar pagi ini, IHSG berada di level 6.219,62 atau naik 0,54 persen (38,46 poin) dari penutupan sebelumnya.
Pembukaan dan pergerakan awal
Penguatan mendominasi sesi pembukaan dengan mayoritas saham bergerak positif. Tercatat 329 saham menguat, 160 melemah, dan 189 stagnan pada menit-menit awal perdagangan.
Tim Pilarmas Investindo melihat potensi kenaikan terbatas pada IHSG hari ini, dengan proyeksi level teknikal yang menjadi acuan pelaku pasar.
"Kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas. Diproyeksikan support pada 6.130 dan resistance pada 6.260," ujar tim Pilarmas Investindo dalam risetnya.
Sektor pendorong dan pelemah
Saham-saham sektor semikonduktor tercatat sebagai pendorong utama penguatan pagi ini. Sebaliknya, pelemahan terbesar datang dari saham-saham sektor siklikal sehingga menahan penguatan lebih tinggi.
Sentimen pasar: geopolitik dan data ekonomi AS
Pasar global pagi ini dipengaruhi dua tekanan besar yang membayangi sentimen investor. Pertama, eskalasi konflik antara AS dan Iran memicu kenaikan harga minyak yang signifikan.
Harga minyak Brent naik hampir 8 persen menjadi sekitar USD90,74, menambah risiko tekanan biaya bagi ekonomi dan perusahaan energi.
Kedua, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan di kuartal II 2026. Pertumbuhan ekonomi AS melambat sekitar 2,1 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Gabungan pertumbuhan yang melambat dan tekanan harga membuat kondisi pasar mirip dengan fase stagflation-lite, sehingga investor lebih berhati-hati.
Pandangan analis dan rekomendasi saham
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih bertahan di atas level 6.000. Indikator teknikal Stochastic RSI disebut mendekati area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross.
"Sehingga diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan Jumat ini," kata tim Phintraco Sekuritas.
Tim Phintraco juga menyebut beberapa saham sebagai pilihan utama untuk hari ini:
- MDKA
- INCO
- TINS
- BULL
- AADI
- BBN
Prospek dan penutup
Secara umum, pasar diperkirakan bergerak variatif dan berpeluang ditutup di zona hijau jika kabar positif dari AS lebih dominan ketimbang tekanan geopolitik serta ketidakpastian kebijakan moneter dari Jepang dan China. Investor disarankan memantau perkembangan konflik geopolitik dan rilis data ekonomi global yang dapat mengubah sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...