Rupiah Melemah ke Rp17.892 di Pembukaan Perdagangan
Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, 22 September 2026, turun 0,25 persen atau 45 poin ke Rp17.892 per dolar AS. Pelemahan ini melanjutkan penurunan dari penutupan Senin lalu yang anjlok 0,50 persen ke Rp17.847 per dolar AS.
Pembukaan dan pergerakan pasar
Pembukaan pasar menunjukkan tekanan pada mata uang domestik setelah indeks dolar AS menguat. Pada awal perdagangan, indeks dolar tercatat di level 100,43, naik sekitar 0,2 persen dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini mendorong kurs rupiah melemah terhadap greenback sejak awal sesi.
Faktor pendorong pelemahan
Salah satu pendorong utama adalah penguatan dolar AS yang mulai kembali setelah pernyataan pejabat The Fed yang bersikap lebih hawkish. Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan pernyataan itu meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap pada level lebih tinggi.
"Pernyataan tersebut kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi,"
Selain faktor eksternal, Bank Indonesia mencatat bahwa tensi geopolitik turut mendorong pelemahan rupiah. Konflik global memicu kenaikan harga minyak dunia, yang pada gilirannya menimbulkan kekhawatiran akan tekanan inflasi internasional.
- Kenaikan indeks dolar AS pasca-pernyataan pejabat The Fed;
- Harga minyak yang meninggi akibat tensi geopolitik;
- Kebutuhan valas importir yang meningkat;
- Arus keluar dana dari portofolio aset domestik.
Prospek kebijakan BI dan perkiraan pergerakan
Lukman memperkirakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan besok akan mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan itu dinilai dapat membatasi dukungan terhadap rupiah dalam jangka pendek.
"Hari ini rupiah diprakirakan masih tertekan terhadap dolar AS,"
Untuk pergerakan harian, Lukman memprakirakan nilai tukar akan bergerak dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan akan terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi.
"Nilai tukar rupiah hari ini diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS,"
Investor dan pelaku pasar kini cenderung memantau hasil RDG BI serta sinyal dari pejabat The Fed untuk menentukan arah aliran modal dan volatilitas kurs ke depan. Perkembangan geopolitik dan harga minyak global juga akan menjadi faktor penentu pergerakan rupiah selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Menguat 0,3% ke 6.297,95 pada Pembukaan, Peluang Rebound
IHSG menguat 0,3% ke 6.297,95 pada pembukaan 23 Sept 2026; analis BNI Sekuritas memproyeksikan potensi rebou...
UPT Kementan Gelar Audit Internal ISO di BBPP Binuang
BBPP Binuang menggelar audit internal ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016 pada 22 Sept 2026 untuk tingkatkan mu...
Pertamina Patra Niaga dan KPK Perkuat Tata Kelola Pasokan Energi
Pertamina Patra Niaga dan KPK memperkuat tata kelola pengadaan BBM dan LPG pada 22 September 2026 untuk menj...
KAI Services Latih 25 Pekerja Tanggap Darurat di Bogor
KAI Services melatih 25 pekerja perkeretaapian di Basarnas Bogor (20-26 Sept 2026) untuk meningkatkan kemamp...
DPR Dorong UMKM Naik Kelas lewat Transformasi Digital dan Pembiayaan
Komisi VII DPR mendorong UMKM naik kelas lewat legalitas, pembiayaan, dan transformasi digital agar menjadi...
Akuisisi 20% Saham TRUK, Gabriel Rey dan Andry Hakim Siapkan Strategi
Gabriel Rey dan Andry Hakim akuisisi 20% saham TRUK pada 22 Sept 2026, membuka fase transformasi dan penguat...