Ekonomi

Kemarau Tak Penghalang, Gerakan Tanam Serempak Dorong IP200 di Kalsel

Bagikan:

Gerakan Tanam Serempak digelar Kementerian Pertanian di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan mempercepat Indeks Pertanaman IP 200 pada lahan seluas 200 hektar dengan memanfaatkan alsintan, teknologi drone, dan pompanisasi. Upaya ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang diluncurkan berpusat di Provinsi Riau.

Momentum percepatan tanam nasional

Menteri Pertanian menekankan percepatan tanam sebagai langkah strategis untuk menjaga produksi pangan nasional dan memperkuat swasembada. Kementan mendorong agar lahan yang mendapat dukungan pemerintah segera ditanami agar kontribusi terhadap pasokan pangan menjadi nyata.

Gerakan yang dimotori Brigade Pangan (BP) Optimasi Lahan (Oplah) 'Hebat Bersama' ini juga melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh, serta petani setempat sebagai kolaborator utama.

Teknologi dan pompanisasi atasi musim kemarau

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, menegaskan musim kemarau tidak boleh menghentikan aktivitas tanam. Ia menilai teknologi menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan air di lapangan.

“Meski kondisi lahan sangat kering, ketersediaan air di sekitar lokasi dapat dimanfaatkan secara optimal menggunakan mesin pompa air. Selain itu, proses penanaman juga sudah memanfaatkan teknologi drone. Kami optimistis pertanaman ini berjalan lancar dan dapat dipanen pada akhir tahun 2026 mendatang,”

Peran penyuluh dan pengawalan di lapangan

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Gerakan itu dimaksudkan untuk meningkatkan IP, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi melalui pengawalan intensif penyuluh bersama petani.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,”

Dukungan daerah dan tantangan jangka panjang

Pemda Barito Kuala memberi dukungan penuh. Pada tahap awal pelaksanaan, penanaman dilakukan seluas 10 hektar sebagai langkah pembuka. Bupati Barito Kuala menyatakan komitmen daerah untuk menguatkan sektor pertanian.

“Semangat kami di Barito Kuala tak pantang mundur. Kami berkomitmen penuh membawa sektor pertanian di Barito Kuala menjadi yang terbaik, dan semoga kondisi cuaca turut mendukung hasil pertanaman ini,”

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Wilayah Kalsel sekaligus Direktur Hilirisasi Hortikultura, Freddy, menyoroti pentingnya solusi jangka panjang. Ia menekankan kebutuhan investasi untuk penampungan air berskala besar agar siklus kekeringan dan banjir dapat diatasi secara sistemik.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, menjanjikan koordinasi intensif Pemprov untuk memastikan keberlanjutan program optimasi lahan dan cetak sawah baru.

Proyeksi: Jika pengawalan, teknologi, dan pasokan air berjalan sesuai rencana, lahan yang dikelola dalam gerakan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata pada hasil panen akhir 2026.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait