Rumah Singgah Aceh Selatan Diresmikan di Tapaktuan
TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS meresmikan Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman yang dikelola Blood For Life Foundation Aceh Selatan (BFLF) di Gampong Hilir, Lampriet, Tapaktuan, Kamis (18/6). Peresmian digelar untuk memberi tempat istirahat bagi keluarga pasien, pasien rawat jalan, dan ibu melahirkan yang menjalani pengobatan di Tapaktuan.
Peresmian dan tujuan fasilitas
Rumah singgah hadir sebagai solusi bagi warga yang menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan. Fasilitas ini disiapkan untuk memberi kenyamanan dan dukungan moral selama proses perawatan.
Peresmian dihadiri Ketua BFLF Aceh Selatan Gusmawi Mustafa, Ketua BFLF Pusat Michael Octavinus, unsur pemerintah daerah, relawan, tokoh masyarakat, serta para donatur.
Latar belakang kebutuhan
Ketua BFLF Aceh Selatan Gusmawi Mustafa mengatakan rumah singgah lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Banyak keluarga pasien dari pelosok Aceh Selatan kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara saat mendampingi anggota keluarga yang dirawat.
Sering kali pasien dan keluarganya tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga tempat yang layak untuk beristirahat, dukungan moral, dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Rumah singgah ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu,
Dukungan, nama dan layanan tambahan
Nama Rumah Singgah diambil untuk menghormati H. Muhammad Kasim bin Chairuman, yang dikenal sebagai Ujank Kasim, sosok yang aktif mendukung kegiatan sosial di Aceh Selatan. Dukungan dan kepedulian keluarga serta para donatur dinilai membantu pengembangan program kemanusiaan BFLF.
Fasilitas ini juga dilengkapi program sosial untuk memperluas manfaat, antara lain:
- Titip Kursi Roda, layanan peminjaman alat bantu mobilitas;
- Titip Kepedulian, mekanisme donasi dan dukungan bagi keluarga berkebutuhan.
Respon Pemerintah dan harapan keberlanjutan
Dalam sambutannya, Bupati Mirwan menyatakan apresiasi atas inisiatif BFLF Aceh Selatan dan keluarga besar H. Muhammad Kasim bin Chairuman. Ia menilai rumah singgah menjadi "rumah harapan" yang meringankan beban pasien dan keluarga.
Keberadaan Rumah Singgah H. Muhammad Kasim menjadi jawaban atas kebutuhan banyak keluarga pasien yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan,
Bupati mengajak masyarakat turut menjaga dan mendukung operasional rumah singgah. Ia menekankan pengelolaan harus profesional, transparan, dan berkeikhlasan agar manfaatnya berkelanjutan.
Implikasi dan prospek
Kehadiran rumah singgah ini memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di Aceh Selatan. Selain mereduksi beban materi dan logistik, fasilitas ini juga memberi dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga yang tengah berjuang mendapatkan kesembuhan.
Berita Terkait
LPTQ Humbang Hasundutan Genjot Pembinaan saat MTQ ke-40 di Medan
Wakil Ketua LPTQ Humbang Hasundutan mendampingi kafilah saat MTQ ke-40 di Medan dan menjelaskan program pemb...
AMPI Sumut Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus 21 Juni di Medan
AMPI Sumut menggelar Musda dan pelantikan pengurus 21 Juni di Medan; ribuan kader hadir untuk konsolidasi da...
Kapolsek Padangsidimpuan Selesaikan Konflik Air di Tiga Desa
Kapolsek Padangsidimpuan menengahi sengketa air tiga desa; solusi mengumpulkan rembesan di Bukit Angkola dis...
Kebakaran Pasar Dwikora Pematangsiantar, 311 Kios Terbakar
Pasar Dwikora di Pematangsiantar terbakar dini hari 18 Juni; 311 kios terbakar dan api padam sekitar pukul 0...
Delapan Santri TPQ Al-Muhajirin Wakili MTQ Sumut ke-40
Delapan santri TPQ Al-Muhajirin dari Medan akan berlaga di MTQ Sumut ke-40 (15-24 Juni 2026) setelah melalui...
Revitalisasi Sekolah Pascabanjir di Aceh Utara Libatkan Warga
Beberapa sekolah pascabanjir di Aceh Utara direvitalisasi lewat program swakelola; anggaran Rp1,67 miliar da...