Nasional

Prabowo Perkenalkan Rumah Modular Tahan Gempa ke Ramos-Horta

Bagikan:
Model rumah modular tahan gempa hasil BRIN dipresentasikan di Istana Kepresidenan

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan rumah modular tahan gempa hasil pengembangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. Tiga unit rumah contoh yang berdiri sejak 2021-2022 disebut tetap utuh saat gempa, dan BRIN kini mencari mitra untuk memproduksi secara massal agar biaya bisa ditekan.

Tiga rumah contoh bertahan saat gempa

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan BRIN menampilkan tiga rumah contoh yang telah berdiri sejak 2021-2022. Ketiga unit itu dinilai tetap utuh ketika terjadi gempa, sehingga menjadi bukti ketahanan desain modular tersebut.

Di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak 2021-2022 yang alhamdulillah saat gempa tetap utuh.

Arif menyampaikan hal itu kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kepastian ketahanan struktur ini menjadi dasar dorongan untuk memperluas penggunaan teknologi tersebut di daerah rawan gempa.

Skema produksi dan potensi penghematan biaya

BRIN tidak dapat memproduksi rumah dalam jumlah besar sendiri, sehingga terus berkoordinasi dengan mitra swasta dan industri untuk skala produksi. Menurut Arif, skala produksi massal akan menurunkan biaya pembuatan rumah tahan gempa.

Sekarang ini sedang kita terus berkoordinasi dengan mitra ya karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal. Sehingga, kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak.

Dia menambahkan bahwa biaya dapat ditekan sehingga rumah tahan gempa menjadi lebih terjangkau bagi komunitas di kawasan rawan.

Teknologi sebagai jawaban terhadap risiko bencana

Menurut Arif, Presiden Prabowo menekankan pentingnya inovasi teknologi untuk menghadapi bencana, mengingat posisi geologis Indonesia di Ring of Fire. Pemerintah didorong melakukan kajian dan mendorong solusi teknologi untuk mitigasi risiko.

Presiden tadi juga menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang Ring of Fire ya, banyak sekali titik-titik kerentanan terhadap bencana sehingga beliau tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian.

Pertemuan dan peluang kolaborasi internasional

Sekretaris Kabinet menyebut pertemuan tersebut juga melibatkan peraih Nobel dari berbagai bidang. Pertemuan dimaksudkan memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi riset dan teknologi.

Para peraih Nobel tersebut berasal dari beragam bidang, mulai dari perdamaian, sains, kimia, pangan, dan bidang keilmuan lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi

Kolaborasi lintas bidang ini berpotensi mempercepat adopsi teknologi mitigasi bencana, termasuk produksi rumah modular tahan gempa secara massal.

Implikasi dan langkah selanjutnya: BRIN akan melanjutkan negosiasi dengan mitra industri untuk produksi massal. Jika berhasil, model rumah modular ini bisa menjadi solusi terjangkau bagi wilayah rawan gempa dan bagian dari strategi mitigasi bencana nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait