Romy Soekarno Serap Aspirasi Blitar: Industri, Sampah, Biaya Pendidikan
Romy Soekarno serap aspirasi Blitar sejak kegiatan penyerapan yang digelar di Kota Blitar pada Sabtu, 20 Juni 2026, untuk memperjuangkan kebutuhan modernisasi industri kecil, pengelolaan sampah berbasis teknologi, dan keluhan biaya pendidikan ke tingkat nasional.
Kunjungan itu berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dan dihadiri pengampu Blitar Kota/Kabupaten, ketua DPC, pengurus PAC, serta anggota fraksi partai. Romy menegaskan aspirasi warga akan dihimpun dan dibawa ke DPR RI sesuai mekanisme yang ada.
Peserta dan suasana forum
Forum berlangsung interaktif dengan masukan langsung dari pelaku usaha dan keluarga mahasiswa. Romy membuka ruang dialog agar masalah riil daerah terdengar di tingkat pusat. Untuk itu, ia mencatat setiap isu prioritas yang disampaikan masyarakat.
Aspirasi modernisasi industri kecil
Satu isu dominan adalah kebutuhan peralatan modern untuk industri kecil dan kerajinan. Para pelaku usaha mengeluhkan ketergantungan pada peralatan sederhana yang menekan produktivitas dan daya saing.
- Permintaan mesin bubut untuk pengrajin kayu.
- Peralatan untuk pembuat kendang jimbe dan kerajinan lokal lainnya.
- Pelatihan transfer teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Romy menilai dukungan teknologi dan transfer kemampuan teknis menjadi solusi strategis. Transfer teknologi menurutnya penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk impor.
"Saya mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat. Apa yang menjadi problem di lapangan akan saya bawa dan perjuangkan di DPR RI sesuai kewenangan yang ada,"
Pengelolaan sampah berbasis teknologi
Sampah juga menyita perhatian. Warga meminta solusi yang mendorong pemanfaatan teknologi sehingga sampah tidak sekadar ditimbun di TPA.
Romy menyarankan penerapan teknologi pengolahan, termasuk penggunaan insinerator dan sistem pemrosesan yang bisa menghasilkan energi atau produk turunan. Ia menekankan pentingnya koordinasi birokrasi agar teknologi yang tersedia dapat diimplementasikan di daerah.
"Sampah harus diolah, bukan sekadar ditimbun,"
Isu pendidikan dan tindak lanjut
Keluhan mengenai biaya pendidikan tinggi dan kebijakan yang menambah beban orang tua juga disampaikan. Romy memastikan seluruh aspirasi akan dihimpun, dikaji, dan diperjuangkan melalui jalur DPR RI.
Langkah selanjutnya adalah memetakan prioritas, menyiapkan rancangan dukungan kebijakan atau anggaran, serta mengawal implementasinya. Romy menyatakan komitmen untuk menjadikan masukan warga sebagai bahan perumusan kebijakan.
"Semua masukan masyarakat akan kami pelajari dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada agar dapat menjadi bagian dari solusi bagi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...
Surabaya Gencarkan Intervensi UMKM untuk Anti Narkoba
Wali Kota Surabaya siapkan intervensi UMKM, dakwah, dan pelibatan warga untuk memutus peredaran narkoba di k...
Kemiskinan Banyuwangi Turun Jadi 5,6% pada 2026
Angka kemiskinan Banyuwangi turun menjadi 5,6% pada 2026; jumlah penduduk miskin 91.570 orang, terendah seja...