Dekan FEB UNJ Dorong Riset Jadi Rujukan Kebijakan Ekonomi
Mohamad Rizan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) sekaligus Dewan Pimpinan Nasional AFEBI, mendorong agar hasil riset perguruan tinggi menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan saat pemaparan buku policy brief Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Senin, 3 Agustus 2026.
Isi buku dan rekomendasi kebijakan
Buku berjudul Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia memuat kumpulan rekomendasi yang disusun oleh para akademisi berbagai perguruan tinggi. Rekomendasi itu disusun berdasarkan hasil penelitian akademik sebagai masukan bagi pemerintah.
Isu strategis yang dibahas meliputi beberapa bidang prioritas. Di antaranya:
- Hilirisasi industri
- Ketahanan pangan
- Penguatan UMKM
- Pengembangan koperasi desa
- Pembiayaan sosial
- Mitigasi bencana
Argumen dan pesan dari akademisi
Rizan menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah. Menurutnya, riset harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang implementatif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Melalui buku policy brief ini, kami ingin menunjukkan hasil penelitian dapat menjadi rujukan kebijakan publik. Kolaborasi AFEBI memperlihatkan kekuatan akademik dalam menjawab persoalan strategis bangsa," ujar Mohamad Rizan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah agar rekomendasi penelitian dapat diadopsi ke dalam kebijakan nyata.
Inisiatif organisasi dan fasilitas kolaborasi
Penyusunan policy brief ini merupakan bagian dari transformasi AFEBI untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional. Sebagai langkah lanjutan, AFEBI membentuk Research Institute untuk menjadi wadah kolaborasi penelitian antar-fakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia.
Dengan institusi tersebut, AFEBI berharap riset terkoordinasi lebih baik dan rekomendasi kebijakan dapat disusun dengan basis bukti yang lebih kuat.
Harapan dan implikasi
Melalui rekomendasi yang disajikan, AFEBI berharap hasil riset perguruan tinggi dapat memperkaya proses perumusan kebijakan nasional dan memperkuat posisi akademisi sebagai mitra strategis pemerintah. Jika diadopsi, rekomendasi ini berpotensi mempercepat kebijakan yang mendukung ketahanan, kemakmuran, dan daya saing ekonomi.
Ke depan, keberlanjutan kolaborasi antara peneliti dan pembuat kebijakan menjadi kunci agar rekomendasi akademik tidak hanya berhenti di tataran teori tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...