Ratusan Siswa Belajar di Kelas Sementara Saat Revitalisasi Sekolah
ACEH UTARA — Ratusan pelajar di kawasan pedalaman Kabupaten Aceh Utara tetap aktif mengikuti pelajaran meski menempati ruang kelas sementara pascabanjir. Keadaan ini terjadi di SMP Negeri 4 dan SD Negeri 17 Gampong Alue Luhob, Kecamatan Cot Girek, yang sedang menjalani perbaikan gedung melalui program revitalisasi.
Kelas sementara di halaman masjid
Kepala SMP Negeri 4 Cot Girek, Riski Maulina, menyatakan sebanyak 75 pelajar mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang sementara pada Selasa (28/7). Mereka menempati bekas ruang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau ruang Paket C yang berada di halaman Masjid Gampong Alue Luhob.
"Sementara ini, anak-anak belajar di bekas ruang Paket C di halaman masjid,"
Revitalisasi dan progres perbaikan
Riski menjelaskan program revitalisasi sedang berjalan dan progresnya telah mencapai 63 persen. Perbaikan tidak hanya untuk ruang kelas, tetapi juga untuk sejumlah fasilitas pendukung sekolah.
- Pembangunan perpustakaan
- Laboratorium IPA
- Ruang UKS
- Rehabilitasi MCK
- Perbaikan saluran drainase dan sumur bor
- Pemasangan menara air bersih
"Alhamdulillah sangat membantu sekolah karena selama ini pemanfaatan air menumpang ke sumur bor di desa setempat,"
Situasi di SD Negeri 17
Kondisi serupa terjadi di SD Negeri 17 Cot Girek. Sekitar seratusan murid belajar di ruang sementara yang disediakan oleh Pemerintah Gampong Alue Luhob. Meski fasilitas sederhana, siswa tetap antusias dan kegiatan belajar berlangsung lancar.
Respons Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, memberi apresiasi atas peningkatan jumlah siswa dan proses revitalisasi yang berjalan di SMPN 4 Cot Girek. Ia menegaskan komitmen dinas untuk memantau dan memfasilitasi peningkatan sarana-prasarana di wilayah pedalaman.
"Kami terus berkomitmen memantau dan memfasilitasi peningkatan kualitas sarana-prasarana sekolah, terutama di wilayah pedalaman. Harapan kami, setelah revitalisasi ini selesai nantinya para siswa dan guru dapat segera menikmati fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman demi mendorong pemerataan mutu pendidikan di Aceh Utara,"
Implikasi dan prospek
Perbaikan fasilitas diharapkan mempercepat pemulihan proses belajar pascabanjir dan meningkatkan kualitas pendidikan lokal. Penyediaan perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas air bersih berpotensi menurunkan ketergantungan pada infrastruktur darurat dan meningkatkan kenyamanan belajar.
Progres revitalisasi yang kini mencapai mayoritas pekerjaan memberi harapan agar kedua sekolah dapat segera menempati gedung baru dan kembali beroperasi penuh dalam waktu dekat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNN Kota Langsa Monev Program Pemberdayaan Alternatif di Alue Beurawe
BNNK Langsa menggelar Monev program pemberdayaan alternatif di Gampong Alue Beurawe (29/7) untuk menilai efe...
PWI Langsa Tutup Sayembara Penulisan Feature, Hengki Juara Favorit
PWI Kota Langsa menutup sayembara penulisan feature 28 Juli; Hengki Syah Jaya dinobatkan pemenang favorit da...
Gangguan SIMRS di RSUDYA Tapaktuan Hambat Ratusan Pasien
Gangguan SIMRS di RSUDYA Tapaktuan sejak 28 Juli membuat ratusan pasien menunggu; pendaftaran, BPJS, dan lay...
Polres dan Kejari Simalungun Komitmen Penegakan Hukum Profesional
Kapolres dan Kejari Simalungun mendukung penegakan hukum profesional, objektif, dan tanpa transaksional sete...
Bobby Tinggalkan Rapat Paripurna, IGoWa: Kuorum Perda Tak Terpenuhi
Gubernur Sumut Bobby Nasution meninggalkan Rapat Paripurna DPRD pada 29/7 setelah interupsi soal kuorum; IGo...
Pedagang Pasar Simpang Limun Melapor Usai Dikeroyok
Pedagang Aserta Tarigan melapor ke Polrestabes Medan setelah dikeroyok di Pasar Simpang Limun; laporan terca...