Revitalisasi Pasar Smep Peunayong Jadi Kawasan Perdagangan & Wisata
Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau penataan kawasan Lapangan Pasar Smep Peunayong pada Selasa 21/7. Pemerintah kota menyatakan revitalisasi ini bertujuan mengubah kawasan yang sempat menurun menjadi pusat perdagangan terpadu, ruang publik, dan destinasi wisata sejarah.
Tujuan revitalisasi
Revitalisasi diprioritaskan untuk menghidupkan kembali fungsi ekonomi dan sosial kawasan yang selama ini dinilai kumuh dan kurang produktif. Pasar Smep awalnya dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang pasca tsunami. Seiring waktu banyak kios kosong dan aktivitas perdagangan menurun.
Tempat ini sudah mulai kumuh, pedagang juga sudah tidak begitu laku dan banyak kios yang kosong. Karena itu kita ingin mengembalikan fungsi kawasan ini agar kembali hidup
Konsep kawasan terpadu
Pemerintah kota tidak hanya fokus pada aktivitas jual beli. Konsep yang diusung menggabungkan ekonomi, wisata sejarah, dan ruang publik. Nantinya kawasan akan menampilkan fasilitas komersial sekaligus area untuk kegiatan budaya.
- Pertokoan dan area UMKM
- Kafe dan pusat kuliner
- Amphitheater untuk pertunjukan dan kegiatan masyarakat
- Ruang terbuka publik untuk event dan rekreasi
Ornamen budaya sebagai identitas
Desain kawasan akan menonjolkan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari sejarah Banda Aceh. Ornamen dari komunitas Tionghoa, Turki, India, dan etnis lainnya akan dihadirkan sebagai identitas kawasan.
Kita ingin menghadirkan kawasan yang mencerminkan keberagaman dan sejarah Banda Aceh, bukan hanya mengangkat satu etnis saja. Ini menjadi simbol kota yang inklusif dan penuh kolaborasi
Aktivitas malam dan penggerak ekonomi
Selain fungsi siang hari, Pasar Smep juga diproyeksikan aktif di malam hari. Pengelola merencanakan integrasi kegiatan ekonomi malam untuk menarik kunjungan warga dan wisatawan serta menggerakkan UMKM lokal.
Ke depan kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi malam melalui konsep car free night, pusat kuliner, pasar produk UMKM, serta berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat
Dampak dan prospek
Revitalisasi diharapkan meningkatkan okupansi kios, memulihkan pendapatan pedagang, dan menarik wisatawan. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota bersejarah yang inklusif. Pemantauan progres dan keterlibatan pelaku UMKM akan menjadi aspek penting ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tgk Ahmada Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Tarbiyyatul Muridin Lhoknga
Anggota DPD RI Tgk Ahmada MZ hadir dalam peringatan Maulid di Dayah Tarbiyyatul Muridin Lhoknga, Sabtu (7/11...
Minyak Nilam Masuk SRG, Aceh Percepat Hilirisasi dan Stabilkan Harga
Kepmendag Nomor 2055/2026 menetapkan minyak nilam masuk SRG; Aceh percepat hilirisasi dan siapkan peluncuran...
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...