Lokal

Ledakan Rumah di Medan: Labfor Temukan Gas Metana

Bagikan:
Lokasi ledakan rumah nomor 3B di Kompleks Grand Polonia, Medan

Medan, Sebuah ledakan dahsyat mengguncang rumah bernomor 3B di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (22/7). Polda Sumut menurunkan personel laboratorium forensik untuk menyelidiki penyebab ledakan yang menewaskan tiga orang itu.

Temuan awal: kandungan gas metana

Hasil pemeriksaan awal oleh tim labfor menunjukkan adanya kandungan gas metana (CH4) di dalam rumah yang menjadi titik ledakan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat drager oleh personel forensik Polda Sumut.

Temuan kandungan gas metana (CH4) dari dalam rumah itu berdasarkan hasil pemeriksaan personel labfor dengan menggunakan alat drager

Temuan ini membuat penyidik menduga ada kebocoran gas yang memenuhi ruangan sebelum terjadi detonasi. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan mekanisme yang menyebabkan ledakan.

Korban jiwa dan proses evakuasi

Tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga jasad korban yang tertimbun puing. Identifikasi menyebutkan dua nama, yakni Jesika Ros dan Sinta. Jesika tercatat sebagai istri pemilik rumah.

Tiga jasad korban ledakan itu ditemukan di lantai II rumah bernomor 3B persis di bawah reruntuhan bangunan

Satu korban lain disebut sebagai asisten rumah tangga asal NTT, dan satu lagi adalah babysitter dari Kabupaten Nias Selatan. Semua jenazah ditemukan di lantai dua, di bawah reruntuhan struktur rumah.

Korban luka dan penanganan medis

Selain korban meninggal, tim penyelamat juga mengevakuasi korban selamat yang mengalami luka. Satu di antaranya adalah balita berusia 2 tahun yang dirawat di rumah sakit.

Korban selamat terdiri atas Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir atas nama Yuda

Petugas terus memantau kondisi korban yang masih dirawat dan melanjutkan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada bahaya lanjutan.

Proses penyelidikan lanjutan

Polda Sumut menegaskan bahwa dugaan sementara adalah kebocoran gas yang kemudian berdetonasi. Namun, penyidik forensik akan mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan penyebab pasti dan kronologi ledakan.

Penyelidikan meliputi pemeriksaan sisa- sisa alat dan struktur bangunan, serta wawancara terhadap saksi di lokasi. Hasil lengkap penyelidikan diharapkan menjadi dasar langkah kepolisian berikutnya.

Catatan: Proses evakuasi korban dan pemeriksaan di lokasi telah dihentikan setelah semua jasad ditemukan dan area dinyatakan aman untuk penyelidikan lebih lanjut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait