Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Didorong Bergaya Eropa
SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, mendorong revitalisasi Pasar Keputran Selatan dilakukan dengan desain bergaya Belanda, Eropa, atau internasional agar selaras dengan karakter kawasan tengah kota. Dorongan itu disampaikan Kamis, 14 Mei 2026, dengan alasan mempertahankan nilai sejarah, estetika, dan potensi wisata perkotaan.
Latar belakang dan tujuan revitalisasi
Kawasan Keputran dan sekitarnya memiliki banyak bangunan peninggalan kolonial yang masih kokoh. Menurut Baktiono, pasar bukan sekadar pusat transaksi, melainkan bagian dari wajah Kota Surabaya yang harus terjaga identitasnya.
Karena itu, ia menilai revitalisasi tidak boleh dilakukan asal-asalan. Desain harus menyesuaikan dengan lingkungan agar memiliki nilai estetika dan daya tarik bagi wisatawan.
Gaya arsitektur yang diusulkan
Baktiono mengusulkan standar arsitektur Belanda, Eropa, atau internasional sebagai acuan penataan fisik pasar. Ia ingin bangunan baru tetap mempertahankan nuansa kota lama yang jadi daya tarik.
"Kalau bisa bangunannya standar Belanda, Eropa maupun internasional,"
Aspek teknis yang perlu diperhatikan
Selain estetika, Komisi B menyoroti aspek teknis seperti sanitasi, drainase, pengolahan limbah, dan sirkulasi kendaraan. Menurut Baktiono, penataan ini kunci agar kawasan pasar tidak lagi terlihat semrawut dan benar-benar nyaman.
"Pasar Keputran ini salah satu pusat perdagangan penting di Surabaya. Kalau direvitalisasi harus sekalian bagus, tertata, bersih, dan nyaman,"
Nasib pedagang dan dukungan anggaran
DPRD meminta proses pembangunan memperhatikan nasib pedagang. Relokasi sementara ke tempat penampungan sementara (TPS) harus dirancang agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Baktiono menyatakan DPRD akan mendukung penganggaran jika konsep dirancang serius dan memiliki nilai arsitektur kuat. Ia tegas meminta redesai jika desain belum sesuai karakter kawasan kota lama.
"Kalau desainnya biasa saja, lebih baik di-redesign yang luar biasa. Anggaran pasti akan kami setujui,"
Jadwal dan target penyelesaian
Pemerintah Kota Surabaya melalui PT Pasar Surya memastikan revitalisasi tetap berjalan dengan konsep pasar tradisional semi-modern yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Revitalisasi ditargetkan rampung pada 2026 sebagai bagian upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.
Implikasi: Jika desain dan perencanaan berjalan sesuai harapan, Pasar Keputran Selatan diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekonomi, tetapi juga menjadi ikon pasar tradisional modern yang merepresentasikan wajah Kota Surabaya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kediri Pastikan Solar Subsidi dan Bangun 380 Sumur Submersible
Pemkab Kediri pastikan solar subsidi dan percepat pembangunan 380 sumur submersible untuk antisipasi musim k...
Kediri Percepat Sumur Submersible dan Pastikan Solar Subsidi Petani
Pemkab Kediri pastikan ketersediaan solar subsidi dan percepat pembangunan 380 sumur submersible untuk antis...
Pemkot Evaluasi Konser Denny Caknan yang Berujung Ricuh di SUBEC
Pemkot Surabaya mengevaluasi konser Denny Caknan di SUBEC yang ricuh pada 5 Juli 2026 untuk memperbaiki peng...
Pemkab Sumenep dan Baznas Perbaiki 66 Rumah Layak Huni hingga Juni 2026
Pemkab Sumenep dan Baznas perbaiki 66 rumah hingga Juni 2026 dengan anggaran Rp1,089 miliar untuk mewujudkan...
Hasto Kristiyanto 60 Tahun: Teladan, Pendidikan, dan Keteguhan
Hasto Kristiyanto genap 60 tahun; kader PDI Perjuangan memuji keteladanan, capaian akademik, dan keteguhanny...
PDI Perjuangan Pasuruan Matangkan Pembentukan Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan gelar rakor 5 Juli 2026 untuk menggenjot pembentukan pengurus ranting dan p...