Revitalisasi Mangrove di Batubara Perkuat Pantai Sejarah
Batubara, Sumut — Program revitalisasi mangrove di Pantai Sejarah Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Batubara, memperkuat garis pantai dan mengembangkan pariwisata setempat. Kegiatan ini melibatkan perusahaan dan kelompok masyarakat untuk penanaman dan konservasi sejak 2023 hingga 2025.
Peran mangrove bagi pantai dan masyarakat
Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di dunia, yakni sekitar 3,45 juta hektare atau 23 persen dari total global. Di Batubara, upaya pemulihan mangrove bukan hanya menjaga keanekaragaman hayati. Kegiatan ini juga menjadi strategi perlindungan pantai dari abrasi dan gelombang pasang.
Hasilnya, garis pantai di Pantai Sejarah kini lebih terlindungi. Pasir kembali menutupi pesisir dan kawasan menjadi lebih menarik bagi pengunjung.
Skala penanaman dan pengelolaan
Pengelolaan kawasan dilakukan oleh Batubara Mangrove Park (BBMP) yang membina area mangrove seluas sekitar 500 hektare. Pada 2023 dan 2024, tercatat penanaman masing-masing 23.000 dan 49.000 bibit.
Pada 2025, program konservasi bersama masyarakat menanam sekitar 15.000 bibit lagi. Keterlibatan kelompok warga terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan penanaman ini.
Kolaborasi masyarakat dan lembaga
Inalum mendukung program ini dan melibatkan beberapa kelompok masyarakat pesisir. Antara lain Kelompok Tani Cinta Mangrove, KTH Lestari Pesisir, dan Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia. Kerja sama ini memperkuat aspek konservasi sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.
Manfaat ekologis dan ekonomi
Hutan mangrove di Pantai Sejarah menampung berbagai jenis biota. Beberapa di antaranya adalah kepiting, kerang, siput, dan ikan. Kawasan juga menjadi habitat burung dan reptil.
- Spesies utama yang tumbuh: api-api dan bakau.
- Fungsi ekologi: penahan gelombang, pencegah abrasi, dan penyerap CO2.
- Manfaat sosial-ekonomi: ekowisata, edukasi lingkungan, dan sumber mata pencaharian lokal.
Kondisi pantai kini menarik ribuan pengunjung saat libur hari besar. Pantai Sejarah juga difungsikan sebagai pusat edukasi bagi pelajar dan generasi muda.
Masa depan konservasi
Pertumbuhan akar-akar mangrove yang kuat di pesisir Sumut menjadi harapan untuk keberlanjutan ekosistem pesisir. Dengan pengelolaan terpadu, alam dan masyarakat dapat berkembang berdampingan secara lebih lestari.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...