Kemendikdasmen Relokasi SDN 10 Linge Pascabanjir
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan relokasi SD Negeri 10 Linge pascabanjir bandang, Sabtu, 6 Juni 2026. Langkah ini diambil karena bangunan sekolah mengalami kerusakan berat dan lokasi lama ditetapkan sebagai zona merah, sehingga keselamatan peserta didik menjadi prioritas.
Relokasi dan pembangunan kelas darurat
Pemerintah mulai membangun tiga ruang kelas darurat sejak 6 Juni 2026. Lokasinya dipilih sekitar 500 meter dari lokasi sekolah asal untuk memastikan jarak aman dari area terdampak.
Ruang kelas darurat diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat minggu. Targetnya, peserta didik bisa menjalani proses pembelajaran lebih nyaman pada tahun ajaran baru.
Prioritas keselamatan dan pemulihan pendidikan
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabanjir.
"Keselamatan anak, guru, dan warga sekolah adalah prioritas utama. Mereka harus belajar di tempat aman,"
Pemulihan layanan pendidikan berjalan bersamaan dengan perbaikan sarana belajar. Pemerintah bekerja sama dengan mitra untuk mempercepat langkah ini.
Dukungan logistik dan dana operasional
Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar sementara. Bantuan diberikan agar proses pembelajaran tidak terhenti meski lokasi sekolah berpindah sementara.
- Tenda darurat
- Buku dan alat tulis
- Sepatu untuk peserta didik
- Dana operasional pendidikan darurat
Dana operasional tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan pembelajaran sementara hingga fasilitas tetap tersedia.
Keputusan relokasi sebagai investasi jangka panjang
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Syafran, menyatakan relokasi adalah keputusan penting untuk keselamatan jangka panjang. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lokasi yang aman dan bebas sengketa sebelum pemindahan permanen dilakukan.
"Pemerintah daerah sedang menyiapkan lokasi yang aman dan bebas sengketa,"
Dampak dan prospek ke depan
Pemerintah berharap seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan selama proses relokasi dan rehabilitasi. Langkah ini diarahkan agar pemulihan berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan komunitas sekolah.
Selanjutnya, dukungan pembangunan sekolah baru tengah dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk menggantikan lokasi yang kini berstatus zona merah.
Berita Terkait
Kemenperin Dukung UBC Collection untuk Perkuat Program MBG
Kemenperin mendukung Program UBC Collection oleh PT Lami dan Frisian Flag untuk dukung MBG dan ekonomi sirku...
ATR/BPN Usulkan Anggaran Rp10,6 Triliun untuk 2027
ATR/BPN mengajukan pagu Rp10,6 triliun untuk 2027, dengan fokus dukungan manajemen dan tambahan Rp3,23 trili...
Kemenhub Percepat Jaringan Kereta Api Nasional hingga 10.524 km
Kemenhub mempercepat perluasan jaringan kereta api nasional hingga target 10.524 km untuk tingkatkan konekti...
Kemenperin-UNIDO Perkuat Transformasi Industri Berkelanjutan
Kemenperin dan UNIDO memperkuat kerja sama untuk percepat transformasi industri berkelanjutan, termasuk EIP...
ATR/BPN Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk 2027
ATR/BPN mengajukan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027 guna memperkuat RDTR, rehabilitasi pascabenca...
BPOM dan BPS Perkuat Sinergi Dukung Sensus Ekonomi 2026
BPOM dan BPS memperkuat sinergi untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026, meningkatkan sosialisasi, integrasi dat...