Sembilan Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Soekarno-Hatta
Sembilan relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIB setelah dipulangkan dari Israel. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan KJRI di Istanbul mendampingi proses evakuasi dan pemulangan.
Kedatangan dan proses pemulangan
Pesawat yang membawa rombongan terpantau melintasi wilayah Sumatera Utara sebelum tiba di Jakarta. Pendampingan diplomatik oleh Kementerian Luar Negeri dan KJRI Istanbul berlangsung sejak relawan dibebaskan hingga kembali ke Indonesia.
Pihak media dan keluarga sudah menunggu di bandara; manajemen redaksi juga mengirim tim penjemput. Beberapa jurnalis Indonesia termasuk dalam rombongan yang dipulangkan.
Jurnalis Indonesia dalam rombongan
Di antara yang kembali terdapat beberapa wartawan nasional:
- Bambang Noroyono (Republika)
- Thoudy Badai
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV)
Manajemen redaksi menyatakan akan memantau kondisi fisik dan psikologis para jurnalis hingga stabil.
Kondisi fisik dan laporan penganiayaan
Relawan dan jurnalis melaporkan tindakan kekerasan fisik oleh aparat saat rombongan dicegat. Luka memar tercatat di tangan, punggung, dan kaki sejumlah korban.
Satu jurnalis dari Tempo TV dilaporkan mengalami sengatan listrik pada kaki. Redaksi dan KJRI sempat melakukan video call untuk memastikan kondisi mereka sebelum penerbangan pulang.
"Baru setelah itu dari bandara di Istanbul, Turki, dijemput oleh KJRI di Istanbul. Nggak lama kemudian kita bisa live video chat... oke, sehat, sehat, Alhamdulillah. Walaupun ikut di aniaya ya, dipukuli, ditendang,"
Pendampingan kesehatan dan dukungan psikologis
Otoritas kesehatan di Istanbul melakukan pemeriksaan medis menyeluruh sebelum mengizinkan penerbangan. Lembaga filantropi Dompet Dhuafa menawarkan layanan konseling psikologis gratis bagi para korban dan keluarga inti mereka.
Manajemen media dan lembaga filantropi berkoordinasi untuk memantau pemulihan fisik dan mental relawan setelah tiba di tanah air.
Pelatihan dan tindak lanjut pemberitaan
Panitia Global Peace Corps Indonesia memberi pembekalan taktis kepada relawan sebelum pelayaran, termasuk prosedur keselamatan saat intersepsi militer. Redaksi menyatakan akan menyusun laporan investigasi mendalam setelah kondisi korban stabil.
Isu bantuan kemanusiaan ke Gaza tetap mendapat perhatian; kejadian ini menegaskan bahwa blokade dan penghalangan akses bantuan masih terjadi, memperburuk krisis di lapangan.
Konteks dan implikasi
Pengepungan akses bantuan melalui laut dan darat meningkatkan penderitaan warga Palestina dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja kemanusiaan. Pemulangan relawan membuka ruang bagi investigasi lebih lanjut dan advokasi bantuan kemanusiaan.
Berita Terkait
Mendiktisaintek Dorong Penguatan Riset Multidisiplin
Mendiktisaintek mendorong riset multidisiplin sebagai strategi menghadapi tantangan global dan domestik; per...
Wamendagri Ajak Papua Pegunungan Utamakan Penyelesaian Damai
Wamendagri Ribka Haluk mengajak masyarakat Papua Pegunungan menyelesaikan konflik secara damai dan melibatka...
Keluarga Sambut Pulang 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla dipulangkan 24 Mei 2026; keluarga dan simpatisan menyambut haru d...
DPR Dorong Penguatan Beasiswa dan CSR untuk Pendidikan Vokasi
DPR mendorong penguatan beasiswa dan pemanfaatan dana CSR untuk memperkuat pendidikan vokasi serta penyerapa...
Sembilan WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dipulangkan ke Indonesia
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, disambut Menlu Sugiono setela...
Pantauan Soetta: Jelang Kedatangan Sembilan WNI Ditahan Israel
Terminal 3 Soekarno-Hatta ramai menjelang kedatangan sembilan WNI yang sempat ditahan militer Israel, dipant...