Lokal

DPRD Dairi Minta Realisasi Bendungan Irigasi dan Jalan Provinsi

Bagikan:
Perayaan HUT Himpak ke-28 di Sidikalang dengan permintaan pembangunan bendungan irigasi dan jalan provinsi

Sidikalang, Dairi — Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara merealisasikan pembangunan bendungan irigasi dan perbaikan jalan provinsi di Sidikalang. Permintaan itu disampaikan saat Perayaan HUT ke-28 Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak) di Gedung Nasional Djauli Manik, Minggu (25/10).

Permintaan pembangunan dan tujuannya

Sabam menyatakan dua proyek tersebut sangat strategis: bendungan irigasi di Kecamatan Lae Parira dan pengaspalan jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Siempat Nempu Hilir dan Gunung Sitember. Menurutnya, irigasi diperlukan untuk menjamin ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Sementara itu, perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas, membuka akses ekonomi, dan mempermudah distribusi hasil pertanian antarwilayah.

Respon Pemerintah Provinsi

Pj. Sekda Provinsi Sumut, Drs. H. Timur Tumanggor, hadir dalam acara dan menanggapi langsung aspirasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa rencana pembangunan itu akan dianggarkan pada tahun 2027.

Penegasan ini mendapat perhatian dari ribuan peserta yang hadir, karena sebelumnya Gubernur Sumut pernah berjanji pada masa kampanye untuk membangun infrastruktur serupa.

Reaksi Himpak dan tokoh masyarakat

Sekjen DPP Himpak, Kasiman Berutu, menilai momentum HUT ke-28 menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pakpak kepada pemerintah. Ia berharap komitmen yang disampaikan di hadapan publik berujung pada langkah konkret.

Pengurus DPP Himpak, Sakti Solin, menekankan pentingnya persatuan lima unsur suak Pakpak dan dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan janji-janji pembangunan.

"Bukan pekerjaan mudah, perlu persiapan panjang, melibatkan banyak pihak, terutama pemerintah dan dukungan kuat khususnya dari jajaran Himpak, baik DPP, DPW maupun DPD,"

Rangkaian acara dan peserta

Rangkaian puncak HUT dimulai setelah Jikarah/FGD Sulang Silima Pakpak pada Sabtu (24/10) dan dilanjutkan dengan Kirab Budaya yang diikuti pelajar, unsur Pakpak Lima Suak, serta lintas etnis dan paguyuban.

Di arena acara hadir pejabat dan tokoh antara lain:

  • Dr. Abdul Roni Angkat (Kementan RI)
  • Wahyu Daniel Sagala (Wakil Bupati Dairi)
  • Mutsyuhito Solin (Wakil Bupati Pakpak Bharat)
  • Tokoh daerah, unsur Forkopimda, serta pengurus DPP, DPW, dan DPD Himpak se-Indonesia

Acara menampilkan tari-tarian tradisional, lagu kebangsaan, Mars Himpak, doa, serta penyematan cenderamata kepada tokoh dan pegiat budaya Pakpak.

Implikasi dan harapan ke depan

Penegasan anggaran pada 2027 memberi kepastian waktu namun juga menimbulkan harapan agar proses perencanaan dan pelibatan masyarakat berjalan cepat dan transparan. Realisasi kedua proyek dianggap krusial untuk memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Dairi.

Pembangunan ini dinanti agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh petani dan masyarakat luas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait