Politik

PDI Perjuangan Sidoarjo Gelar Rakorcab untuk Penjaringan Ketua Ranting

Bagikan:
Peserta rapat koordinasi cabang PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo saat sosialisasi penjaringan ranting

Sidoarjo — Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi cabang (rakorcab) pada Jumat, 3 Juli 2026. Rakorcab bertujuan mensosialisasikan tata cara penjaringan calon ketua Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.

Acara dihadiri seluruh pengurus DPC, perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sidoarjo, serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten. Hadir pula pengampu dapil II Jawa Timur, Isnainiah, dan Wakil Sekretaris Internal DPD Jatim, Ratih Detya Wijayanti.

Agenda dan tujuan rakorcab

Ketua DPC Hari Yulianto mengatakan rakorcab merupakan tindak lanjut instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk memperkuat struktur bawah. Ia menekankan pentingnya pembentukan PR dan PAR untuk memperkuat kerja-kerakyatan partai di tingkat akar rumput.

Menurut Hari, proses penjaringan ditujukan untuk mendapatkan kader yang mampu meningkatkan kapasitas partai di tingkat desa dan kelurahan. Rakorcab juga membahas mekanisme pengusulan calon hingga mekanisme pengambilan keputusan di tingkat PAC dan DPC.

Penekanan ideologi dan kaderisasi

Dalam sambutannya, Hari mengingatkan situasi nasional yang menurutnya mirip dengan era akhir kepemimpinan Bung Karno. Ia mengutip kembali konsep tri sakti sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan tersebut.

"Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,"

ia berkata. Hari menegaskan bahwa kader yang direkomendasikan diharapkan menambah kekuatan partai dan mampu menopang program kerja kerakyatan.

Panduan teknis dan penjadwalan

Rakorcab dibuka oleh Ratih Detya Wijayanti yang menyatakan rakorcab adalah bagian dari proses konsolidasi organisasi DPD Jatim. Ia mengingatkan posisi PR dan PAR sebagai ujung tombak partai dan pentingnya semangat gotong royong.

"Pengurus Ranting dan Anak Ranting sebagai ujung tombak Partai. Oleh karena itu, tetaplah bersemangat bergotong royong mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi,"

kata Ratih.

Sekretaris DPC Raymond Tara memberi penjelasan teknis mengenai tata cara pembentukan ranting. Ia memaparkan langkah mulai dari pengusulan calon ketua, rapat pleno PAC, hingga musyawarah ranting di tingkat DPC.

Pelaksanaan penjaringan direncanakan per dapil, dimulai minggu kedua Juli 2026 dan berlangsung selambat-lambatnya sampai Agustus 2026. Proses ini juga diharapkan mengakomodasi kader muda dan perempuan sebagai bagian dari regenerasi.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan pembentukan PR dan PAR, DPC menargetkan penguatan jaringan kader di tingkat lokal. Konsolidasi ini dipandang penting untuk meningkatkan daya lobi politik, kapasitas pelayanan publik, dan kesinambungan kaderisasi jangka menengah hingga panjang.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait