Bandara Radin Inten II Dibuka Kembali Usai Erupsi Anak Krakatau
Bandara Internasional Radin Inten II di Lampung resmi dibuka kembali pada Selasa, 8 September 2026 pukul 10.01 WIB setelah sempat ditutup dua hari menyusul erupsi Anak Krakatau pada 6 September 2026. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.
Pembukaan kembali dan alasan
Pemeriksaan teknis menunjukkan kondisi landasan, fasilitas, dan ruang udara memenuhi ketentuan keselamatan. Tim pemeliharaan melakukan serangkaian pembersihan dan pengujian untuk memastikan operasional aman.
Kondisi operasional dan jadwal penerbangan
Meskipun bandara telah dibuka, operasional belum pulih sepenuhnya. Pada hari pertama pembukaan kembali layanan, bandara melayani 10 penerbangan, terdiri atas lima kedatangan dan lima keberangkatan.
Saat ini rute domestik Lampung–Jakarta sudah kembali beroperasi, namun rute internasional seperti Lampung–Kuala Lumpur belum pulih dan masih menunggu konfirmasi jadwal dari maskapai. Beberapa maskapai juga menyesuaikan jadwal karena adanya pairing pesawat.
Penanganan refund dan layanan penumpang
Maskapai bertanggung jawab untuk proses refund dan reschedule tiket. Bandara menegaskan penumpang tidak wajib datang langsung ke terminal untuk mengurus refund, karena mekanisme layanan telah tersedia melalui masing-masing maskapai.
"Untuk proses refund dan reschedule tetap dilayani oleh penyedia jasa. Sejak hari kedua, kasus pengurusan langsung ke bandara sudah banyak berkurang," ujar General Manager Bandara Radin Inten II.
Bandara juga menyediakan layanan informasi melalui Call Center di nomor 172 untuk membantu penumpang mendapatkan update resmi selama masa pemulihan.
Kebersihan, keselamatan, dan koordinasi
Petugas melakukan pembersihan area bandara secara bertahap sejak abu vulkanik terdeteksi. Pemeriksaan berkala menggunakan metode paper test dilakukan untuk memastikan kisi udara bebas partikel berbahaya.
"Kami melakukan pembersihan parsial dan pengujian. Hasil paper test semalam menunjukkan negatif, sehingga pada pukul 10.00 kami nyatakan siap beroperasi," kata General Manager.
Koordinasi intens terus dilakukan dengan instansi terkait untuk memantau aktivitas vulkanik. Meski aktivitas Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti, arah angin yang ke barat daya menempatkan sebaran abu sekitar 33 nautical mile dari bandara.
Implikasi dan harapan
Petugas dan maskapai akan terus memantau kondisi teknis dan keselamatan sebelum memulihkan semua rute. Penumpang diimbau mengikuti informasi resmi dan memanfaatkan layanan maskapai untuk refund atau perubahan jadwal agar tidak perlu datang ke bandara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...