Lokal

Puluhan Anak Deah Raya Terancam Putus Sekolah di Banda Aceh

Bagikan:
Anak-anak Gampong Deah Raya terancam putus sekolah karena ketiadaan sekolah dasar di kampung

BANDA ACEH — Sekitar 20-an anak di Gampong Deah Raya terancam putus sekolah karena tidak ada sekolah yang menerima mereka setelah melewati Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), kata Keuchik Samsul Bahri saat beraudiensi dengan DPRK Banda Aceh, Senin (27/7).

Puluhan anak belum mendapatkan sekolah

Anak-anak Deah Raya selama ini menempuh pendidikan di luar gampong karena belum tersedia sekolah dasar di kampung mereka. Setelah proses SPMB selesai, sejumlah anak tetap belum diterima di sekolah manapun.

Dalam pertemuan itu, Keuchik Samsul Bahri menyampaikan dua persoalan utama: dialihfungsikannya lahan bekas sekolah serta puluhan anak yang belum mendapatkan sekolah pada tahun ajaran baru.

Respons DPRK dan permintaan solusi cepat

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh segera mencari solusi agar anak-anak tersebut tidak putus sekolah.

"Jangan ada anak-anak Banda Aceh yang putus sekolah, pak kadis harus mengakomodir mereka yang belum mendapatkan sekolah ini dengan secepatnya,"

Ia mengusulkan agar anak-anak diarahkan ke sekolah terdekat seperti Alue Naga, Tibang, dan Lamdingin sebagai solusi sementara. Untuk jangka panjang, Irwansyah meminta pembangunan sekolah di Gampong Deah Raya seiring pertumbuhan penduduk dan pemukiman baru di kawasan pesisir.

Aset bekas SDN 99 yang dialihfungsikan

Keuchik menjelaskan ada lahan bekas SDN 99, yang hancur saat tsunami 2004, dibiarkan terbengkalai dan kemudian dipinjam-pakaikan untuk keperluan lain. Lahan itu tercatat sebagai aset Pemko Banda Aceh.

"Kami tidak pernah diberi tahu. Tiba-tiba ada proyek dibangun di atas lahan bekas sekolah itu tanpa pemberitahuan kepada pihak gampong,"

Anggota DPRK Tuanku Muhammad menegaskan bahwa lahan yang diperuntukkan untuk pendidikan seharusnya tetap digunakan sesuai fungsi awalnya.

"Aset yang diperuntukkan bagi pendidikan seharusnya tetap digunakan sesuai fungsi awalnya,"

Langkah Disdikbud: rombel baru dan rencana jangka panjang

Kepala Disdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri, merespons dengan menjanjikan solusi sementara. Ia menyatakan akan membuka satu rombongan belajar baru di SD Negeri 58 Alue Naga agar anak-anak yang belum mendapat sekolah bisa segera belajar.

"Kami akan segera membuka satu rombongan belajar baru di SD Negeri 58 Alue Naga sebagai solusi sementara,"

Sulaiman menambahkan bahwa lokasi bekas SDN 99 sudah masuk pemetaan untuk pembangunan sekolah. Mereka bahkan sempat mengusulkan pembangunan SMP ke pemerintah pusat, namun rencana itu terkendala karena lahan yang disiapkan kini tidak tersedia.

Rekomendasi dan langkah ke depan

Wakil rakyat dan aparat gampong mendesak peningkatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, keterbukaan informasi, dan keterlibatan keuchik dalam pengelolaan aset. Mereka menilai pengalihan lahan tanpa konsultasi harus dihentikan agar hak pendidikan masyarakat terpenuhi.

Permasalahan ini membutuhkan tindakan cepat agar tahun ajaran berjalan tanpa anak-anak kehilangan akses pendidikan, sekaligus perencanaan jangka panjang untuk mendirikan fasilitas sekolah di Gampong Deah Raya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait