Lokal

Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Binjai, Pemko Salurkan Bantuan

Bagikan:
Rumah di Binjai dengan atap rusak akibat puting beliung saat petugas dan pejabat meninjau lokasi

BINJAI — Sebanyak lima rumah di Kota Binjai rusak akibat angin puting beliung pada Kamis (23/7). Tidak ada korban jiwa atau luka. Kerusakan tercatat pada bagian atap rumah, dan pemerintah kota segera meninjau serta memberi bantuan kepada warga terdampak.

Kronologi dan dampak

Peristiwa terjadi di dua kecamatan, dengan empat rumah di Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, dan satu rumah di Kecamatan Binjai Kota. Semua kerusakan bersifat atap terangkat atau bocor akibat hantaman angin. Para korban kemudian dikumpulkan di satu lokasi untuk menerima bantuan.

Respons pemerintah kota

Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, yang akrab disapa Jiji, turun bersama BPBD dan instansi terkait untuk menemui warga pada hari kejadian.

"Bantuan yang kami salurkan tadi bukan hanya sebatas nilai, tetapi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,"

Jiji mengatakan Pemko akan selalu hadir dalam keadaan suka maupun duka dan meminta Dinas Kesehatan memeriksa kondisi kesehatan korban. Ia juga meminta Dinas Sosial melakukan verifikasi ulang data PKH agar bantuan tepat sasaran.

Bantuan dan penanganan sementara

  • Jenis bantuan: seng, kayu, dan beberapa kebutuhan keluarga.
  • Korban dijumpai di lokasi penampungan sementara di Limau Sundai.
  • BPBD bersama Pemko melakukan peninjauan langsung ke rumah terdampak.

Menurut penjelasan tim, bantuan bahan bangunan difokuskan pada perbaikan atap agar hunian kembali layak pakai secepat mungkin.

Imbauan BPBD dan proyeksi cuaca

Kepala Pelaksana BPBD Kota Binjai, Rudi Baros, mengimbau warga tetap waspada menghadapi cuaca beberapa bulan ke depan. BPBD menjaga kesiapsiagaan 24 jam dan akan melakukan patroli serta penyebaran informasi bila cuaca memburuk.

"Namun begitu, masyarakat tidak perlu khawatir apalagi sampai panik. Kami BPBD Binjai terus standbay 24 jam. Setiap cuaca mulai buruk, kami langsung patroli dan akan menyebarkan informasi secepatnya," tegas Rudi.

Wakil wali kota menambahkan, berdasarkan laporan BMKG, cuaca akan memasuki fase lebih ekstrem sehingga Pemko segera menggelar rapat untuk menyusun langkah pencegahan dan penanggulangan bencana.

Saksi korban

Salah seorang korban, Abdul Gani Nasution (64), menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Gani bekerja sebagai tukang becak dan tinggal bersama lima anggota keluarga lainnya di rumah yang atapnya rusak.

"Alhamdulillah, bantuan seng yang kami terima bisa memperbaiki atap rumah yang terbang dibawa angin. Kami tinggal di rumah ini ada 6 orang,"

Penutup: Pemko Binjai bergerak cepat memberi bantuan material dan memerintahkan pemeriksaan kesehatan serta verifikasi sosial. Dengan proyeksi cuaca ekstrem dari BMKG, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipatif dan penanganan darurat untuk mengurangi dampak pada warga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait