PSEL Denpasar Jadi Solusi Berkelanjutan Atasi Sampah
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) adalah solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis sampah. Pernyataan disampaikan dalam keterangan video, Senin, 13 Juli 2026, saat pemerintah memulai proyek PSEL Denpasar Raya.
PSEL sebagai solusi modern
Qodari menilai pola lama pengelolaan sampah perkotaan tidak lagi memadai. Menurutnya, PSEL merupakan bagian dari transformasi yang lebih modern dan terpadu.
"Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah. Sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan,"
Detail proyek Denpasar Raya
Proyek PSEL Denpasar Raya dibangun sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Fasilitas ini diperkirakan menelan biaya investasi sekitar Rp3 triliun dan dirancang untuk mengolah sampah skala besar.
- Kapasitas pengolahan: hingga 1.500 ton sampah per hari
- Reduksi volume sampah: hingga 90%
- Output: menghasilkan energi listrik dari sampah
Kondisi saat ini dan urgensi penanganan
Qodari mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan sistematis, tempat penampungan sampah akan kelebihan kapasitas. Ia mencontohkan situasi di Bali yang sudah kritis.
Di wilayah Denpasar dan Badung, timbunan sampah mencapai sekitar 1.600 ton per hari, dan sebagian besar saat ini masih dibuang langsung ke tempat pemrosesan akhir.
"Jika kita tetap membiarkan sampah menumpuk tanpa pengelolaan yang terpadu. Maka pada 2028 tempat-tempat penampungan sampah kita akan lumpuh total karena kelebihan kapasitas,"
Dampak ekonomi dan rencana pengembangan
Pemerintah memproyeksikan PSEL tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. PSEL Denpasar Raya diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dan mendorong investasi teknologi ramah lingkungan.
- Perkiraan penyerapan tenaga kerja: sekitar 1.200 tenaga kerja hijau
- Rencana pengembangan: model serupa untuk 34 kawasan aglomerasi di Indonesia
"Ini adalah wujud nyata dari transformasi pembangunan lingkungan yang berorientasi pada masa depan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa pembangunan fasilitas ini berjalan cepat dan tepat sasaran,"
Pemerintah menempatkan PSEL Denpasar Raya sebagai proyek percontohan yang diharapkan bisa direplikasi di daerah lain. Implementasi yang cepat dan terpadu diperlukan untuk mencegah krisis kapasitas dan memaksimalkan manfaat lingkungan serta ekonomi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendag Selaraskan Program Ekspor Jawa–Sumatra Berdasarkan Potensi Daerah
Kemendag selaraskan program ekspor Jawa–Sumatra lewat forum daring 27 Agustus 2026, mengedepankan sinergi da...
Mentrans Salurkan Rp200 Juta Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kementerian Transmigrasi salurkan Rp200 juta untuk rehabilitasi MI Al-Ikhtiar di Manggarai Barat pascagempa...
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana Merdeka
Presiden Prabowo menerima Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Merdeka, 28 Agustus 2026, untuk me...
Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan 120 Ribu Hunian Perkuat Program 3 Juta Rumah
Danantara Housing Expo 2026 menawarkan hingga 120.000 unit hunian dan berbagai skema pembiayaan untuk memper...
Ridho Rahmadi Mundur, Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketum DPP Partai Ummat; Majelis Syura tunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt un...
Pertamina Patra Niaga: Infrastruktur dan Distribusi B50 Siap
Pertamina Patra Niaga menyatakan infrastruktur B50 siap, meliputi penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan,...