Profil Francois Letexier: Wasit Kontroversial Argentina vs Mesir
Francois Letexier, wasit asal Prancis, menjadi sorotan setelah keputusan kontroversial saat laga Argentina vs Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu melibatkan penggunaan VAR yang mengakibatkan pembatalan gol Mesir dan memicu protes dari tim Mesir. Insiden ini menambah catatan kontroversial dalam karier internasional Letexier yang sudah dikenal luas.
Karier dan pengakuan internasional
Letexier lahir di Bedee, Brittany, Prancis, pada 23 April 1989. Ia memulai tugas di level tertinggi Prancis, Ligue 1, sejak 2016 dan masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2017.
Pada 2021 ia naik ke kategori wasit elite UEFA karena kemampuan memimpin laga besar. Sejak itu Letexier rutin ditunjuk pada pertandingan penting di kompetisi Eropa.
Salah satu pencapaian besar adalah memimpin Piala Super UEFA 2023 antara Manchester City dan Sevilla. Puncak kariernya berlanjut pada 2024 saat ia menjadi wasit utama final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris.
Pada 2024, Letexier juga mendapat penghargaan sebagai wasit pria terbaik dunia versi IFFHS. Di luar lapangan, ia diketahui berprofesi sebagai pejabat hukum atau juru sita pengadilan di Prancis.
Kontroversi keputusan di Piala Dunia 2026
Pada laga Argentina vs Mesir, kontroversi bermula saat gol kedua Mesir oleh Mostafa Ziko dianulir setelah tinjauan VAR. Letexier diminta meninjau rekaman di pinggir lapangan sebelum mengambil keputusan akhir.
Setelah melihat tayangan ulang, ia menyatakan ada pelanggaran yang dilakukan Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez sehingga gol dibatalkan. Keputusan itu memancing reaksi keras dari kubu Mesir yang menilai pelanggaran terjadi jauh dari momen gol.
Kontroversi bertambah ketika Mesir merasa tidak mendapat penalti usai dugaan pelanggaran terhadap Hamdy Fathy di kotak penalti Argentina. Tidak lama kemudian, Argentina mencetak gol kemenangan melalui Enzo Fernandez.
Riwayat insiden serupa dan hubungan dengan Indonesia
Nama Letexier sebelumnya juga muncul dalam perbincangan publik sepak bola Indonesia. Ia memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 dan Guinea U-23.
Pada pertandingan itu, Letexier memberi dua penalti untuk Guinea yang memicu protes keras dari tim Indonesia. Pelatih Shin Tae-yong bahkan mendapat kartu merah karena protes terhadap keputusan wasit tersebut.
Implikasi dan ke depan
Meskipun dipandang sebagai wasit elite dengan rekam jejak internasional, keputusan Letexier kerap memicu perdebatan publik. Insiden di Piala Dunia 2026 kemungkinan akan mendorong diskusi lebih lanjut tentang penggunaan VAR dan batas interpretasi pelanggaran di area permainan.
Federasi dan otoritas kompetisi biasanya meninjau keputusan besar seperti ini, sehingga perhatian terhadap kinerja Letexier kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Sabet 6 Medali di Taolu World Cup 2026
Timnas Wushu Indonesia meraih 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu di Taolu World Cup 2026 di Haikou, menutup kej...
Sinner Tantang Djokovic di Semifinal Wimbledon 2026
Jannik Sinner hadapi Novak Djokovic di semifinal Wimbledon 2026 pada 10 Juli; Sinner sebagai unggulan pertam...
Belgia Yakin Hadapi Spanyol di Perempat Final Piala Dunia 2026
Belgia hadapi Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi, dipimpin persiapan...
Pemain Senior Masuk Timnas Voli Putra untuk SEA V Cup 2026
Timnas voli putra dilepas menuju SEA V Cup 2026; PBVSI berharap gelar Asia menjadi pemicu juara, dengan Farh...
Inggris Sudah Kantongi Cara Redam Haaland
Inggris disebut sudah mengantongi cara meredam Erling Haaland saat lawan Norwegia, dengan Tuchel dinilai pun...
Persebaya Gunakan VALD Performance untuk Pemetaan Kondisi Pemain
Persebaya memakai perangkat VALD Performance dan pemeriksaan medis terintegrasi untuk memetakan kondisi pema...