Persebaya Gunakan VALD Performance untuk Pemetaan Kondisi Pemain
Persebaya memperkuat persiapan tim dengan melakukan pemetaan kondisi fisik pemain menggunakan perangkat VALD Performance dan pemeriksaan medis terintegrasi bersama Mayapada Hospital. Pengujian dilakukan di Gelora Bung Tomo pada Kamis, 9 Juli 2026, sebagai bagian dari persiapan jelang kompetisi.
Penggunaan teknologi yang sudah terbukti
Perangkat VALD Performance umum dipakai oleh klub-klub besar di Eropa, termasuk banyak tim di Premier League. Meski bukan teknologi baru, penggunaan alat ini masih jarang di Indonesia. PSSI pun baru memperkenalkan perangkat serupa dalam acara Medical Workshop tahun ini.
Investasi dan kolaborasi dengan DBL Indonesia
Persebaya bersama DBL Indonesia telah menginvestasikan perangkat tersebut sejak tahun lalu. Alat ini juga sudah dipakai dalam DBL Camp, program pemusatan latihan basket pelajar untuk pemain terpilih di kompetisi DBL.
Agenda pengukuran di Gelora Bung Tomo
Measurement test bagi pemain Persebaya disaksikan langsung oleh CEO klub, Azrul Ananda, dan di-handle tim pelatih utama Persebaya Academy. Tes ini menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan menyeluruh sebelum musim kompetisi dimulai.
"Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini," ujar Azrul Ananda.
"Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi lebih baik dan konsisten untuk Persebaya jangka menengah dan panjang," tambahnya.
Rangka pemeriksaan dari hulu ke hilir
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K), menjelaskan bahwa penggunaan VALD Performance menjadi bagian dari sistem pemeriksaan yang disusun secara menyeluruh. Pendekatan ini mencakup evaluasi fisik yang terintegrasi agar kondisi pemain dapat dipantau sejak tahap awal persiapan.
Dengan kombinasi pemeriksaan medis dan alat teknologi, manajemen berharap data yang dihasilkan dapat membantu proses scouting serta pemilihan pemain sesuai kebutuhan dan filosofi permainan klub. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkecil risiko cedera dan meningkatkan konsistensi performa pemain sepanjang musim.
Implikasi jangka menengah dan panjang
Investasi pada infrastruktur sports science menunjukkan komitmen Persebaya membangun fondasi yang lebih profesional. Selain dukungan peralatan, klub juga terus melengkapi fasilitas gym dan program pelatihan untuk mendukung perkembangan pemain muda melalui Persebaya Academy.
Ke depan, data fisik yang terbangun dari proses ini diharapkan menjadi acuan untuk kebijakan teknis klub, mulai dari penentuan program latihan hingga strategi perekrutan pemain.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...