Prabowo: Tantangan Pendidikan Indonesia Sangat Besar
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tantangan pembangunan pendidikan di Indonesia sangat besar karena jumlah dan sebaran sekolah yang luas. Pernyataan itu disampaikan pada puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Ia menekankan skala persoalan terlihat dari jumlah sekolah dan kondisi geografis yang menyulitkan akses pendidikan.
Perbandingan jumlah sekolah
Presiden memberi perbandingan untuk menggambarkan skala persoalan. Ia menyebut Singapura memiliki sekitar 300 sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA, sementara Indonesia memiliki jumlah yang jauh lebih besar. Untuk menegaskan, Presiden menyampaikan angka tersebut di hadapan hadirin acara politik itu.
Maaf, saya mau kasih perbandingan, negara Singapura punya 300 sekolah, SD, SMP, SMA 300. Indonesia lebih dari 300.000 sekolah
Sekolah tersebar hingga daerah terpencil
Presiden menjelaskan kompleksitas persoalan muncul karena persebaran sekolah tidak hanya di kota. Sebagian besar sekolah berada di lokasi yang sulit dijangkau, termasuk di ujung gunung dan pulau-pulau jauh. Kondisi ini menambah beban pemerintah dalam penyediaan sarana dan tenaga pendidik secara merata.
Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh. Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar
Konsekuensi negara besar
Menurut Presiden, kondisi ini merupakan konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai negara besar dan bergeografi luas. Luas wilayah membuat persoalan pembangunan menjadi lebih kompleks dan memerlukan pendekatan berbeda di setiap daerah. Pemerintah, kata dia, harus menghadapi masalah dengan skala yang jauh lebih besar.
Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan. Kita negara sangat besar, ya berarti masalahnya juga masalah besar
Optimisme dan modal kebangsaan
Meski tantangan besar, Presiden menilai bangsa memiliki modal penting untuk menghadapi masa depan. Ia menyoroti persatuan bangsa yang makin kokoh pada usia ke-81 sebagai kekuatan untuk melanjutkan pembangunan pendidikan. Menurutnya, optimisme tidak boleh pudar karena Indonesia berpotensi besar untuk berkembang ekonomi dan menjadi kekuatan dunia di masa depan.
Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga, tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan
Dengan demikian, pernyataan Presiden menyoroti dua sisi penting: besarnya tantangan teknis dan geografis, serta adanya modal kebangsaan untuk mendorong perbaikan pendidikan. Isu ini akan terus menjadi fokus pemerintahan dan publik seiring upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...