Prabowo: Saya Resah, Mengapa Indonesia Belum Lolos Piala Dunia?
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kegelisahannya karena Indonesia belum tampil di Piala Dunia, meski negara itu mencatat kemajuan di bidang lain. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran bahan bakar B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 8 Juli 2026, dan menegaskan bahwa lolos ke Piala Dunia menyangkut harga diri serta kehormatan bangsa.
Pernyataan Prabowo tentang target Piala Dunia
Prabowo menyebutkan bahwa keberhasilan teknologi dan energi tidak cukup jika prestasi sepak bola internasional belum tercapai. Ia mengatakan ketidakpuasan pribadinya terkait kegagalan membawa Indonesia ke turnamen terakbar dunia sepak bola.
"Saya terus terang masih resah. Kita bisa B50 tetapi belum masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas,"
Menurut Prabowo, ambisi menembus Piala Dunia bukan hanya masalah olahraga, melainkan juga soal kehormatan negara.
"Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Sepak bola itu kehormatan,"
Penekanan pada tanggung jawab pejabat terkait
Dalam pidatonya, Prabowo sempat berseloroh mencari figur yang bertanggung jawab atas target ini. Ia menyebut nama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dan menyinggung Menteri Keuangan terkait dukungan anggaran atau kebijakan yang diperlukan.
"Siapa yang bertanggungjawab? Mana? Erick Thohir? Mana Erick Thohir?"
"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?"
Candaan itu disambut tawa tamu undangan, namun menyiratkan harapan kuat agar Timnas Indonesia mampu menembus Piala Dunia di masa depan.
Perjalanan Timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026
Indonesia memang sempat membuka peluang untuk tampil pada Piala Dunia 2026. Skuad Garuda berhasil melaju sampai putaran keempat kualifikasi zona Asia, menandai salah satu capaian terbaik Indonesia dalam beberapa dekade.
Namun langkah timnas akhirnya terhenti setelah kalah bersaing dengan Arab Saudi dan Irak. Meski gagal lolos, prestasi tersebut tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah kualifikasi Indonesia.
Implikasi dan harapan ke depan
Pernyataan Prabowo membuka perbincangan tentang peran pemerintah dan pembenahan sepak bola nasional. Isu yang muncul mencakup pembinaan pemain muda, dukungan anggaran, serta koordinasi antar kementerian dan federasi.
Bagaimanapun, harapan besar terlihat jelas: Indonesia ingin mengubah kegelisahan menjadi rencana aksi konkret agar suatu hari bisa mengangkat bendera di panggung Piala Dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Yunus Nusi Resmi Jadi Komisaris Utama PT LIB, Glenn Sugita Dipertahankan
Yunus Nusi ditunjuk Komisaris Utama PT LIB menggantikan Zainudin Amali; Glenn Sugita dan Muhammad Lutfi teta...
TC Selesai di Thailand, Persebaya Kembali dan Siapkan Launching
Persebaya rampungkan TC sembilan hari di Thailand dan kembali ke Surabaya 27 Agustus 2026 sebagai persiapan...
Savio Cetak Gol Debut, Tottenham Bungkam Charlton 5-1
Savio mencetak gol debut saat Tottenham menang telak 5-1 atas Charlton dan melaju ke putaran ketiga Carabao...
Fenerbahce ke Liga Champions usai Kalahkan Lyon 2-1
Fenerbahce memastikan tiket fase grup Liga Champions usai kalahkan Lyon 2-1 di Groupama Stadium, Kamis 27 Ag...
Debut Lanny/Ester Tumbang di Pontianak International Challenge 2026
Lanny/Ester kalah 13-21, 21-15, 13-21 dari Kim/Lee di Pontianak IC 2026; debut ganda baru ini jadi pelajaran...
Richie Duta Melaju ke 32 Besar Pontianak International
Richie Duta Richardo melaju ke 32 besar POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 usai menang 21-9, 21...