Prabowo Minta Pejabat Prioritaskan Pelayanan Korban Bencana NTT
Presiden Prabowo Subianto meminta pejabat yang menangani bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Pernyataan itu disampaikan saat rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. Presiden menegaskan kunjungan pejabat tidak boleh mengganggu penanganan dan harus memberi manfaat nyata bagi korban.
Fokus pada pelayanan dan bantuan cepat
Presiden menilai tindakan cepat dan bantuan yang dapat segera diterima warga menjadi prioritas utama. Ia meminta setiap langkah di lapangan diarahkan pada pemberian layanan langsung, bukan sekadar kunjungan observasi.
Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh agenda kunjungan pejabat. Pengerahan bantuan dan layanan dianggap lebih penting daripada menampilkan kunjungan yang hanya untuk melihat kondisi.
Kunjungan pejabat harus beri dampak nyata
Presiden mengingatkan agar setiap kunjungan ke lokasi bencana membawa manfaat konkret. Ia menilai kunjungan yang hanya untuk melihat tanpa tindak lanjut, pada akhirnya kurang efektif bagi korban.
Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan. Ya itu akhirnya kurang efektif.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa dirinya sengaja tidak langsung hadir di tahap awal bencana. Langkah ini untuk memberi peluang kepada instansi terkait melayani masyarakat secara langsung.
Risiko gangguan konsentrasi petugas
Presiden menuturkan kehadiran banyak pejabat pusat di lokasi berpotensi mengganggu konsentrasi petugas lapangan. Pejabat daerah bisa tersita waktunya untuk menyambut dan mendampingi kunjungan, sehingga penanganan teknis terhambat.
Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya.
Pusat terus memantau, tapi delegasi penting
Meski meminta pejabat tidak mengejar kunjungan, Presiden menegaskan pemerintah pusat tetap memantau perkembangan penanganan dari kantor. Dari pusat, tugas utama adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Tapi kita terus memonitor dan yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting.
Dengan pendekatan tersebut, Presiden berharap proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pelayanan dasar berjalan lebih cepat dan terfokus. Ke depan, pemerintah diperkirakan akan lebih menekankan koordinasi lapangan dan efektivitas distribusi bantuan dalam setiap bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentan Targetkan Perluas Ekspor Beras ke Sejumlah Negara 2026
Mentan Andi Amran targetkan perluasan ekspor beras 2026 ke Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, Malaysia, di...
Wamenkes: Penanganan Korban Gempa NTT Dilakukan Secara Holistik
Wamenkes Dante mengatakan penanganan korban gempa NTT dilakukan holistik: prioritas ortopedi, operasi, dan d...
Anggota KPI Pusat 2026-2029 Dikukuhkan, Menkomdigi Tekankan 3 Pilar
Sembilan anggota KPI Pusat 2026-2029 dikukuhkan Meutya Hafid dengan penekanan pada tiga pilar: kualitas, pen...
Polda Metro Jaya Perkirakan 500 Massa Akan Demo di DPR
Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 500 massa akan berdemonstrasi di DPR pada 27 Agustus 2026; pengamanan...
Airlangga Dorong Ritel Masuk Pedesaan untuk Gerakkan Ekonomi
Airlangga mendorong ritel masuk pedesaan lewat Koperasi Merah Putih untuk menggerakkan ekonomi berbasis pert...
Raja Antoni Minta Bandara Kalimarau Tetap Buka Saat Potensi Hujan
Menteri Kehutanan meminta Bandara Kalimarau tetap buka malam saat potensi awan hujan agar sortie pemadaman k...