Nasional

Wamendagri Bima Arya: Kota Berkelanjutan untuk Mitigasi Bencana

Bagikan:
Bima Arya berbicara tentang kota berkelanjutan dan mitigasi bencana di Sustainability 360 Forum 2026

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah menguatkan konsep kota berkelanjutan sebagai strategi mitigasi bencana. Pernyataan itu disampaikan saat Bima memaparkan materi pada Sustainability 360 Forum 2026 di SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia menekankan perencanaan daerah wajib memasukkan aspek lingkungan dan perubahan iklim untuk mengurangi risiko bencana.

Dorongan untuk kota berkelanjutan dan mitigasi bencana

Bima mengatakan tantangan perkotaan semakin kompleks, meliputi urbanisasi, transportasi publik, layanan dasar, dan dampak perubahan iklim. Kondisi ini, menurutnya, memperbesar potensi bencana jika tidak diantisipasi sejak awal pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan sering terabaikan setelah fase darurat lewat, sehingga perlu dilembagakan sebagai bagian dari program pembangunan berkelanjutan di daerah.

Penguatan sistem peringatan dini dan infrastruktur tangguh

Salah satu fokus yang dikemukakan Bima adalah penguatan early warning system dan pembangunan infrastruktur yang mampu menghadapi berbagai risiko alam. Langkah ini, katanya, harus menjadi bagian terukur dari rencana kerja pemerintah daerah.

Upaya early warning system, mitigasi bencana, gempa, banjir, dan sebagainya itu betul-betul melembaga. Dan menjadi bagian dari program-program pemerintah daerah

Peran ekosistem: pemerintah, bisnis, dan masyarakat

Bima menegaskan konsep kota berkelanjutan tidak bisa dijalankan hanya oleh pemerintah. Diperlukan ekosistem yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dari sisi pembiayaan, dunia usaha bisa menawarkan skema pendanaan alternatif dan mendorong pengembangan ekonomi hijau sebagai bagian dari solusi untuk kota yang lebih tahan bencana.

Tantangan ke depan dalam hal perkotaan ini semakin berat... tidak mungkin ditangani oleh pemerintah sendiri, ya harus membangun ekosistem

Sustainability 360 Forum: menjembatani kolaborasi

Forum Sustainability 360 2026 yang digelar 26–27 Agustus 2026 mengangkat tema Indonesia's Green Economy Leap: Transforming the Future of Competitiveness. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, dan talenta muda untuk mempercepat transformasi ekonomi hijau.

Chair forum, Unggul Yoga Ananta, menyebut percepatan ekonomi hijau masih terkendala keterhubungan antar-pemangku kepentingan. Menurutnya, Indonesia memiliki kebijakan, teknologi, sumber daya, dan talenta, namun memerlukan penyelarasan langkah untuk membentuk ekosistem yang efektif.

Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kebijakan, teknologi, hingga sumber daya. Tantangannya adalah menyelaraskan langkah antara dunia usaha, korporasi, pemerintah, dan talenta muda

Implikasi dan langkah ke depan

Penguatan kebijakan daerah, investasi pada sistem peringatan dini, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan perkotaan tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi semata. Pendekatan ini harus menimbang daya dukung lingkungan dan risiko bencana untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Dengan melembagakan mitigasi dan strategi keberlanjutan, pemerintah daerah diharapkan mampu menurunkan kerentanan terhadap bencana sekaligus membuka ruang bagi ekonomi hijau yang inklusif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait