Prabowo: Menteri Kabinet Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih harus menjalani perawatan rumah sakit akibat beban kerja yang tinggi. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pernyataan saat peresmian Museum Marsinah
Dalam acara peresmian, Presiden memperkenalkan para pejabat yang hadir. Saat itu ia mencatat ada pejabat yang tidak hadir, lalu menyinggung kondisi kesehatan sebagian pembantunya.
“Menteri-menteri saya masuk rumah sakit karena kerjanya keras,”
Ucapan itu disampaikan diselingi candaan yang membuat hadirin tertawa. Presiden menyampaikan bahwa intensitas tugas negara yang tinggi membuat beberapa menteri mengalami kelelahan fisik.
Keterangan tentang Dony Oskaria
Prabowo menyinggung nama Dony Oskaria, yang disebut menjabat Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara. Saat diperkenalkan, Dony tidak berada di lokasi acara.
“Oh nggak hadir, coba catat nanti menghadap saya, menghadap nggak dapat bonus,”
Presiden kemudian mengungkap bahwa Dony sempat dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu karena kelelahan akibat tugas. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran itu berkaitan dengan tugas negara yang padat.
“Tapi nggak, pasti dia sibuk mengatur-ngatur. Orang kerja keras, saking kerja kerasnya masuk rumah sakit,”
Acara dan kehadiran pejabat
Peresmian Museum Marsinah dihadiri pejabat Kabinet Merah Putih, tokoh serikat pekerja, serta pimpinan daerah Jawa Timur. Museum itu dibangun sebagai penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian kaum buruh Indonesia.
Hadirnya berbagai unsur negara dan masyarakat mencerminkan perhatian terhadap sejarah gerakan buruh serta hubungan pemerintahan dengan serikat pekerja.
Implikasi dan perhatian publik
Pernyataan Presiden menyoroti beban kerja yang tinggi di jajaran pemerintahan. Pandangan tersebut berpotensi memicu pembicaraan publik mengenai manajemen tugas dan kesejahteraan pejabat negara.
Sementara itu, peresmian museum tetap menjadi momen pengakuan atas peran pekerja dalam sejarah nasional, di tengah sorotan terhadap kondisi kesehatan para pembantu pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...
Pemerintah Siapkan Rp1,2 T Cadangan Pangan untuk Bencana 2026
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk Cadangan Pangan Pemerintah 2026 dan Rp17,5 triliun untuk bantuan b...
Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan rencana revitalisasi situs budaya di Maluku Utara, fokus pada Terna...