Nasional

Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara

Bagikan:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara pengukuhan HIKMU di Jakarta

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan rencana revitalisasi sejumlah situs budaya di Maluku Utara, termasuk Ternate dan Tidore. Pengumuman itu disampaikan saat pelantikan Pengurus Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) periode 2026-2031 di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Revitalisasi akan dilakukan melalui Direktorat Warisan Budaya untuk memperkuat peran situs cagar budaya sebagai aset sejarah dan pendidikan.

Rencana Revitalisasi dan fokus situs

Pemerintah memprioritaskan situs yang telah berstatus cagar budaya. Salah satu fokus adalah pengembangan jejak Alfred Wallace di Ternate menjadi destinasi pengetahuan dan sejarah. Selain Ternate dan Tidore, upaya perawatan juga menyentuh benteng dan peninggalan kesultanan yang ada di wilayah itu.

Jejak Alfred Wallace dan aset sejarah lain

Fadli menilai jejak ilmuwan Alfred Wallace di Ternate penting sebagai bagian narasi sejarah pengetahuan. Ia menyebut situs tersebut bisa dikembangkan agar mudah diakses masyarakat dan peneliti.

"Jejak Alfred Wallace di Ternate dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan pengetahuan yang dapat dikunjungi masyarakat,"

Ia juga mengingatkan beberapa aset lain yang menjadi nilai penting Maluku Utara, seperti Benteng Oranje, Benteng Kalamata, serta warisan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.

Peran HIKMU dalam pelestarian budaya

Fadli meminta HIKMU berperan aktif mendukung pelestarian dan pengembangan budaya daerah. Organisasi masyarakat ini diharapkan membantu memperkenalkan nilai budaya ke generasi muda dan mendukung regenerasi pelaku budaya.

"Semoga HIKMU terus tumbuh menjadi paguyuban yang solid, mempererat persaudaraan masyarakat Maluku Utara. Dan juga ikut memajukan budaya Maluku Utara di Indonesia,"

Ketua Umum HIKMU periode 2026-2031, Askan Naim, menegaskan kekuatan terbesar Maluku Utara ada pada sumber daya manusianya. Ia mengajak keluarga besar Maluku Utara mengekspresikan cinta tanah leluhur melalui karya dan pengabdian.

"Sebagai keluarga besar Maluku Utara, mari kita wujudkan kecintaan kepada tanah air. Dan tanah leluhur melalui karya, kepedulian, dan pengabdian yang nyata,"

Data warisan budaya dan pesan penutup

Fadli mengingatkan bahwa Indonesia memiliki 2.727 warisan budaya takbenda dan 743 cagar budaya tingkat nasional. Selain itu, negara ini tercatat memiliki 1.340 etnis dan 718 bahasa. Ia menekankan angka-angka itu merupakan modal budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, revitalisasi diharapkan memperkuat identitas lokal sekaligus membuka peluang edukasi dan kunjungan. Upaya lanjutan akan dipetakan oleh Direktorat Warisan Budaya bersama pemangku kepentingan setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait