Nasional

BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT

Bagikan:
Stok beras BULOG untuk bantuan bencana gempa di NTT

BULOG menyiapkan stok beras untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Persiapan ini dilakukan seiring masih berlanjutnya gempa susulan yang memperbesar potensi kebutuhan bantuan pangan. Perhitungan awal dan skenario terburuk sudah disiapkan untuk memastikan ketersediaan.

Perkiraan kebutuhan dan skenario

Untuk masa tanggap darurat selama 14 hari, BULOG memperkirakan kebutuhan beras untuk bantuan mencapai sekitar 1.890 ton. Namun manajemen menyiapkan skenario jika periode itu diperpanjang. Dalam skenario paling buruk, BULOG mengantisipasi kebutuhan hingga sepuluh kali lipat.

Dengan skenario tersebut, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 18.500 ton. Angka ini mencakup dukungan langsung untuk korban dan cadangan untuk bantuan lanjutan.

Alasan: gempa susulan dan karakteristik kerusakan

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan alasan antisipasi adalah frekuensi gempa susulan. Hingga 22 Agustus 2026, tercatat lebih dari 5.000 gempa susulan di wilayah NTT. Kondisi ini menyebabkan risiko kerusakan bertahap pada bangunan dan infrastruktur.

Gempa susulan dapat memperparah kerusakan yang awalnya ringan menjadi sedang atau berat. Oleh karena itu, kebutuhan bantuan pangan berpotensi berlangsung lebih lama dari periode awal tanggap darurat.

Langkah BULOG dan pertimbangan distribusi

BULOG menyiapkan stok tidak sekadar berdasarkan estimasi awal. Organisasi menyusun skenario distribusi untuk periode Agustus hingga Oktober. Perencanaan mencakup sumber stok, rute distribusi, dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ahmad Rizal menegaskan kesiapan institusi untuk mendukung kebutuhan pangan selama masa pemulihan. Pernyataan resmi menegaskan komitmen BULOG dan pemerintah hadir untuk masyarakat terdampak.

"Kondisi ini, biasanya kalau bencana, itu ada perpanjangan masa tanggap darurat. Kami antisipasi 10 kali karena memang kondisi NTT cukup memprihatinkan," Ahmad Rizal, Minggu 23 Agustus 2026.

Implikasi dan prospek ke depan

Antisipasi stok beras oleh BULOG penting untuk mencegah kekurangan pangan saat tanggap darurat diperpanjang. Langkah ini juga memberi waktu bagi pemerintah dan mitra kemanusiaan menyusun bantuan lanjutan. Pemantauan gempa susulan dan evaluasi terhadap kebutuhan lapangan akan menentukan realokasi stok berikutnya.

Dengan persiapan ini, diharapkan bantuan pangan tetap tersedia dan distribusi berjalan lebih lancar meski kondisi di lapangan berubah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait