Kemen PPPA Dirikan Pos SAPA untuk Korban Gempa NTT
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyiapkan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) untuk mendampingi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Pos ini akan menyediakan perlindungan, informasi, dan pendampingan bagi perempuan dan anak selama masa pemulihan, terutama di daerah terdampak.
Tujuan dan fungsi Pos SAPA
Pos SAPA berfungsi sebagai pusat layanan bagi kelompok rentan terdampak bencana. Layanan diarahkan pada kebutuhan perempuan, anak yang terpisah dari orang tua, dan warga yang memerlukan informasi khusus terkait pelayanan pemulihan.
Kalau ada anak yang terpisah dengan orang tuanya, kami akan membantu melalui Pos SAPA. Warga juga bisa mendapatkan informasi terkait layanan perempuan dan anak, ujar Arifah saat sesi doorstop Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu, 23 Agustus 2026.
Koordinasi dengan mitra
Pembentukan Pos SAPA dilakukan setelah laporan kebutuhan spesifik diterima dari tujuh kabupaten dan kota terdampak. Pemerintah mencatat beberapa kebutuhan perempuan dan anak belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga keterlibatan mitra dibutuhkan.
Koordinasi dilakukan bersama berbagai organisasi dan perusahaan. Dukungan mitra diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan layanan khusus bagi kelompok rentan.
- Muslimat NU
- Danone
- Unilever
- Sejumlah dunia usaha dan organisasi masyarakat
Logistik dan penyaluran bantuan
Arifah menyebut sekitar 30 ton bantuan telah terkumpul dari para mitra. Pengiriman bantuan akan dilakukan secara bertahap dan sebagian dibawa menggunakan pesawat Hercules bersama rombongan Kemen PPPA.
Penyaluran bantuan turut difasilitasi oleh BNPB agar dukungan cepat sampai ke wilayah terdampak. Pos SAPA akan dipersiapkan bersamaan dengan pengiriman bantuan untuk memastikan layanan berjalan sejak awal masa pemulihan.
Peran lintas lembaga dan prospek pemulihan
Pemerintah menilai penanganan bencana harus melampaui sekat antar kementerian, lembaga, organisasi masyarakat, dan dunia usaha. Sinergi ini penting agar layanan kepada masyarakat dapat diberikan lebih cepat dan merata.
Hadirnya Pos SAPA diharapkan memperkuat upaya pemulihan bagi perempuan dan anak. Selain memberikan perlindungan, pos ini juga berperan sebagai pusat informasi dan pendampingan keluarga selama masa pemulihan pascabencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa
Komisi IX DPR minta alokasi anggaran rekonstruksi faskes di Manggarai pascagempa 21 Agustus 2026; 384 fasili...
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...
Pemerintah Siapkan Rp1,2 T Cadangan Pangan untuk Bencana 2026
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk Cadangan Pangan Pemerintah 2026 dan Rp17,5 triliun untuk bantuan b...