Nasional

DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa

Bagikan:
Tenda medis darurat dan pelayanan kesehatan sementara di Manggarai pasca gempa

Komisi IX DPR RI meminta pemerintah mengalokasikan anggaran untuk rekonstruksi fasilitas kesehatan yang rusak akibat gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Permintaan itu disampaikan setelah Komisi IX meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan pada 21 Agustus 2026.

Hasil peninjauan lapangan

Tim Komisi IX menemukan sejumlah rumah sakit dan puskesmas rusak, sehingga pelayanan dipindahkan ke area terbuka. Beberapa tenda darurat difungsikan untuk menunjang pelayanan medis sementara.

  • Tenda sebagai instalasi gawat darurat
  • Unit radiologi darurat
  • Ruang perawatan intensif untuk pasien bersalin

Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menekankan pentingnya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan untuk korban bencana.

"Kami hadir di sini untuk melihat langsung fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai guna memastikan faskes yang ada berkapasitas penuh dalam melayani masyarakat terdampak bencana,"

Permintaan alokasi anggaran

Charles mendorong adanya intervensi terukur dari pemerintah pusat. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan layanan kesehatan yang memadai selama masa pemulihan dan rehabilitasi.

"Harapan kami dengan peninjauan lapangan ini beserta jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Terdapat intervensi terukur dari pemerintah pusat untuk menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan yang memadai,"

Kondisi pelayanan medis sekarang

Meski sejumlah fasilitas rusak, pelayanan bagi korban luka dan pasien bersalin tetap berjalan sesuai prosedur kesehatan. Charles menyebut perkembangan klinis pasien yang dirawat di fasilitas darurat menunjukkan hasil yang baik.

"Meskipun sarana fisik berstatus memprihatinkan, pasien yang menjalani pengobatan serta persalinan memiliki tingkat pemulihan klinis yang baik. Hal ini menjadi indikator positif bagi kelancaran penanganan awal,"

Data kerusakan dan rekomendasi pemerintah daerah

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menilai rumah sakit lapangan tidak cocok untuk jangka panjang. Ia meminta percepatan pembangunan kembali faskes permanen di Flores.

"Jadi kalau memang ada dukungan Komisi IX, khusus buat rumah sakit di Flores. Ini saya rekomendasikan untuk bisa didukung agar segera dibangun,"

Menurut data posko provinsi, terdapat sekitar 384 fasilitas kesehatan terdampak gempa. Kerusakan berkategori rusak sedang hingga bangunan yang tidak dapat digunakan kembali.

Langkah ke depan

DPR terus mendorong pemerintah untuk menyiapkan anggaran khusus rekonstruksi. Penekanan diberikan pada pembangunan kembali faskes secara permanen agar layanan kesehatan dapat pulih dan berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait