Mentan Ajak Wahdah Islamiyah Berantas Mafia Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerukan kepada Wahdah Islamiyah untuk bersama-sama memerangi mafia pangan dan praktik penipuan produk pangan saat menghadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu, 23 Agustus 2026. Seruan itu dilatarbelakangi upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan melindungi kesejahteraan masyarakat dari praktik perdagangan tidak jujur.
Seruan dan komitmen Kementan
Amran menegaskan bahwa pemberantasan mafia pangan menjadi bagian dari strategi kementerian untuk mencapai swasembada sekaligus membenahi tata niaga. Ia menyampaikan paparan program kerja kementerian kepada peserta muktamar sebagai langkah memperkuat sektor pangan nasional.
"Kami dapat dukungan untuk memajukan umat dan bangsa ini. Kami sampaikan seluruh program, memberantas korupsi, berantas mafia, Indonesia sejahtera,"
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap tegas pemerintah dalam mengatasi praktik yang merugikan konsumen dan petani.
Temuan beras bermutu palsu
Dalam kesempatan yang sama, Amran mengungkap adanya temuan beras dengan butiran patah tinggi yang dijual seolah kualitas premium. Barang tersebut diberi label mutu tinggi dan dipatok harga sekitar Rp17.000 per kilogram.
"Ini bukan sekadar menaikkan harga. Ini menipu dan mengambil hak rakyat,"
Pemerintah menyatakan akan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan penipuan label mutu atau klaim kandungan gizi yang tidak tepat.
Tindak lanjut dan pengawasan produk pangan
Kementan menyebut sedang mengusut produk pangan dengan klaim fortifikasi dan tambahan vitamin yang belum jelas validitasnya. Pengawasan dan penegakan hukum dinilai penting agar tata niaga berjalan adil dan transparan.
Tujuan utama langkah ini antara lain:
- menjamin mutu produk pangan bagi konsumen,
- melindungi hak petani dan konsumen dari praktik curang,
- memperbaiki mekanisme distribusi dan perdagangan komoditas pangan.
Dukungan organisasi kemasyarakatan
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Kiai Haji Zaitun Rasmin, menyatakan dukungan penuh atas langkah kementerian. Ia memandang keberanian membongkar praktik penipuan pangan sebagai bagian dari amanah negara untuk kemaslahatan rakyat.
"Luar biasa, langkah-langkah ini Pak Menteri begitu berani karena memang ini tugas negara. Tentu karena dukungan dan perintah Presiden Prabowo,"
Organisasi berharap pemerintah terus mengawal agenda pemberantasan mafia agar harga wajar dan mutu pangan terjamin.
Implikasi ke depan: Pemerintah menargetkan tata niaga komoditas pangan berjalan sehat dan transparan. Penguatan pengawasan, penegakan hukum, dan kolaborasi dengan ormas menjadi kunci untuk menekan praktik mafia pangan dan menjaga kesejahteraan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...