Kucuran Beras 1,65 Juta Ton, Pemerintah Yakin Inflasi Terkendali
Pemerintah menyatakan inflasi harga beras diperkirakan tetap terkendali meski fenomena El Nino mulai terasa sejak Juli 2026. Pernyataan itu didasari kucuran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 1,65 juta ton hingga 21 Agustus 2026 dan total stok CBP yang dikuasai Bulog mencapai 5,17 juta ton.
Stok CBP dan kesiapan menghadapi El Nino
Pemerintah menilai kesiapan menghadapi El Nino tahun ini lebih kuat dibanding 2023 dan 2024. Stok yang besar memberi ruang intervensi cepat jika terjadi lonjakan harga atau pasokan terganggu.
Jumlah stok CBP saat ini naik signifikan dibanding Agustus 2023, di mana stok tercatat hanya 1,32 juta ton — kenaikan sekitar 291,66 persen.
Instrumen pengendalian harga
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut dua instrumen utama untuk menahan kenaikan harga beras: penyaluran beras melalui Skema Penjualan Hasil Pemerintah (SPHP) dan bantuan pangan beras selama tiga bulan.
"Kita bisa mengerem perkembangan harga beras dengan dua instrumen. Bulog segera cepat masif melakukan SPHP terutama di pasar-pasar,"
Ketut menegaskan bantuan pangan yang ditugaskan kepada Bulog juga berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi harga. Ia menambahkan bahwa pemerintah siap menanggung biaya distribusi, termasuk transportasi darat, laut, dan udara, agar penyaluran berlangsung cepat.
Rincian penyaluran dan realisasi
Hingga 21 Agustus 2026, realisasi kucuran CBP mencapai 1,65 juta ton, meningkat 20,43 persen dibanding periode Januari–Agustus 2023 yang sebesar 1,37 juta ton. Rincian penyaluran antara lain:
- Penjualan beras SPHP Januari–Februari: 221,05 ribu ton
- Realisasi SPHP Maret–Agustus: 678,12 ribu ton
- Bantuan pangan tahap pertama: 662,86 ribu ton
- Bantuan pangan tahap kedua (mulai berjalan): 32,25 ribu ton
- Penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat: 11,39 ribu ton
- Penyaluran untuk golongan anggaran: 53,68 ribu ton
Pengalaman masa lalu dan prospek ke depan
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal penting. Menurutnya, penanganan pada 2016 dan pengalaman El Nino berulang membuat pemerintah lebih siap pada 2026.
"Dulu pernah El Nino 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bertahan. Apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino sampai tiga kali,"
Amran juga menyinggung bahwa pada 2023–2024 persiapan belum optimal sehingga Indonesia terpaksa mengimpor beras hingga tujuh juta ton. Kali ini, dengan stok CBP yang lebih besar dan instrumen distribusi yang siap, pemerintah berharap kebutuhan dapat dikelola tanpa mengulang impor besar-besaran.
Dengan ketersediaan stok dan dua instrumen stabilisasi yang siap dikerahkan, pemerintah menilai potensi lonjakan harga beras akibat El Nino dapat diminimalkan selama intervensi dilakukan tepat waktu dan distribusi berjalan lancar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...
Pemerintah Siapkan Rp1,2 T Cadangan Pangan untuk Bencana 2026
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk Cadangan Pangan Pemerintah 2026 dan Rp17,5 triliun untuk bantuan b...
Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan rencana revitalisasi situs budaya di Maluku Utara, fokus pada Terna...