Polres Siantar Gelar Workshop Anti-Bullying Bersama Mahasiswa FKIP USI
Siantar — Polres Siantar menggelar workshop anti bullying bersama mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun. Kegiatan berlangsung di Sapadia Hotel, Jalan Diponegoro, pada Jumat siang, 7 Agustus, sebagai rangkaian menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Acara bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dan tenaga pendidik tentang definisi, bentuk, dan pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Tujuan dan penyelenggara
Workshop diselenggarakan oleh Sat Binmas Polres Siantar bekerja sama dengan pengurus FKIP USI. Kegiatan menekankan peran mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan dalam mencegah perilaku penindasan. Selain diskusi, ada juga sesi tanya jawab untuk menggali pengalaman dan solusi praktik di sekolah.
Jenis bullying dan contohnya
Kasat Binmas Polres Siantar, AKP Maxi J Manurung, memaparkan materi tentang apa yang dimaksud dengan bullying dan bagaimana bentuknya. Ia mengingatkan bahwa bullying bisa bersifat disengaja atau tidak disengaja, serta muncul dalam bentuk verbal maupun fisik.
- Bullying verbal: julukan, celaan, fitnah, penghinaan, pelecehan, teror, gosip
- Bullying fisik: memukul, menendang, mencekik, meludahi, dan tindakan fisik lain
"Beberapa jenis bullying bisa berupa secara verbal atau secara fisik. Verbal seperti julukan nama, celaan, fitnah, penghinaan, pelecehan, teror, gosip, dan fisik seperti memukul, menendang, mencekik, meludahi," kata AKP Maxi J Manurung.
Dampak bagi korban dan pelaku
Dalam sesi materi, dijelaskan dampak bullying tak hanya dirasakan korban tetapi juga pelaku. Korban dapat mengalami gangguan psikologis, penurunan prestasi, dan isolasi sosial. Sementara pelaku berisiko mengembangkan perilaku agresif yang berlanjut jika tidak ditangani sejak dini.
Langkah pencegahan yang diusulkan
Polres Siantar menegaskan perlunya langkah terpadu antara aparat, sekolah, dan keluarga untuk mencegah bullying. Langkah konkret yang disampaikan meliputi patroli rutin, kunjungan ke sekolah, serta pemberian edukasi kepada guru dan siswa. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui Call Center 110 Polri tanpa pulsa.
Pesan untuk tenaga pendidik
Peserta workshop diingatkan agar tenaga pendidik aktif mendeteksi tanda-tanda bullying dan membina hubungan yang aman di sekolah. Pendekatan preventif dan tindakan cepat saat menemukan kasus menjadi kunci menekan angka penindasan. Dengan begitu, sekolah diharapkan menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan generasi penerus bangsa.
Polres Siantar berencana melanjutkan program edukasi serupa ke lebih banyak sekolah sebagai upaya pencegahan berkelanjutan. Harapannya, langkah ini dapat mengurangi insiden bullying dan meningkatkan kesadaran kolektif di komunitas pendidikan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...