POLIVEN dan Dinas Pertanian Aceh Besar Perkuat Kerja Sama Vokasi
Banda Aceh — Politeknik Indonesia Venezuela (POLIVEN) menggelar audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar pada Kamis (6/8) untuk menjajaki kerja sama pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Pertemuan dan peserta
Pertemuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar. Dari POLIVEN hadir Direktur Dr. Reza Salima SP MP, Wakil Direktur II Fachruddin SE, dan Mizar Liyanda S.TP MP. Dari Dinas Pertanian hadir Plt. Sekretaris Fathiahani SP, Plt. Kepala Bidang Penyuluhan Deswam SP, serta jajaran lainnya.
Tujuan dan cakupan kerja sama
Tujuan pertemuan adalah memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan pertanian daerah. Diskusi meliputi peluang praktik lapangan bagi mahasiswa, riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kapasitas petani serta penyuluh.
"Sebagai perguruan tinggi vokasi, POLIVEN bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan memiliki keterampilan aplikatif. Kolaborasi dengan Dinas Pertanian penting agar pembelajaran, penelitian, dan pengabdian memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,"
Reza menggarisbawahi pentingnya integrasi antara kurikulum vokasi dan kebutuhan industri pertanian lokal. Menurutnya, kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa mengikuti praktik lapangan dan terlibat dalam penelitian yang langsung berdampak pada komoditas unggulan Aceh.
Dampak terhadap komoditas unggulan
Pihak Dinas Pertanian menyambut inisiatif POLIVEN dan menilai kolaborasi akademi-pemerintah dapat mempercepat inovasi serta peningkatan kualitas SDM pertanian. Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas unggulan Aceh Besar seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
"Dinas Pertanian siap membangun sinergi melalui berbagai program yang saling mendukung. Harapan kami kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman sehingga program berjalan jelas dan berkelanjutan,"
Imam Munandar, Plt. Kepala Dinas Pertanian melalui Plt. Sekretaris, menekankan pendekatan berbasis riset dan peningkatan kapasitas petani serta penyuluh agar inovasi cepat diterapkan di lapangan.
Langkah selanjutnya
Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan teknis untuk menyusun program bersama. Dokumen awal yang dibahas akan difinalisasi untuk menjadi dasar pelaksanaan, termasuk kemungkinan MoU yang mengatur alur pelaksanaan praktik, riset, dan program pengabdian masyarakat.
Dengan sinergi ini, POLIVEN dan Dinas Pertanian Aceh Besar berharap mempercepat transfer teknologi dan keterampilan vokasi guna mendukung ketahanan dan produktivitas sektor pertanian daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...