Nasional

Pojok SIBI Diresmikan, Sekolah Jadi Pusat Literasi Nasional

Bagikan:
Peresmian Pojok SIBI di Perpustakaan Kemendikdasmen Jakarta

Pemerintah meresmikan Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Senin 25 Mei 2026. Tujuannya menjadikan sekolah sebagai pusat literasi nasional dan memperluas akses buku berkualitas secara merata.

Inisiatif dan tujuan

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menegaskan literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia meminta momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan.

Tidak ada negara maju dengan pendidikan lemah dan literasi rendah. Karena itu, pendidikan bermutu harus dikerjakan bersama,

Suharti juga menyebut anak-anak sebagai tulang punggung SDM Indonesia Emas 2045. Menurutnya, persiapan pendidikan yang tepat akan menentukan kualitas generasi mendatang.

Integrasi dengan sistem perpustakaan

Peresmian Pojok SIBI menandai integrasi layanan dengan Senayan Library Management System (SLiMS). Integrasi ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap koleksi buku digital dan fisik secara lebih merata di seluruh wilayah.

Program dan kegiatan penguatan literasi

Kemendikdasmen berencana mengubah perpustakaan sekolah menjadi ruang diskusi gagasan dan pusat literasi. Program rutin yang akan digelar meliputi bedah buku, klub baca, dan kegiatan berpikir kritis untuk pelajar.

  • Bedah buku berkualitas secara berkala
  • Pembentukan klub baca dan forum diskusi di sekolah
  • Pelatihan pengelolaan perpustakaan digital bagi tenaga perpustakaan

Sosialisasi dan penerapan di daerah

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menyatakan sosialisasi SIBI akan dilakukan hingga tingkat daerah. Setiap UPT diharapkan menjadi pusat sosialisasi agar pemanfaatan berjalan masif di satuan pendidikan.

Kita ingin mensosialisasikan SIBI secara masif untuk pendidikan bermutu bagi semua. Setiap UPT nantinya menjadi pusat sosialisasi SIBI untuk daerah,

Toni menambahkan penerapan SIBI akan disesuaikan dengan kesiapan tiap wilayah. Sekolah yang terlebih siap akan berfungsi sebagai model pengembangan perpustakaan digital di daerahnya.

Kolaborasi lembaga

Pengembangan lebih lanjut melibatkan Perpustakaan Nasional untuk memperkuat integrasi ekosistem perpustakaan di tingkat nasional. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pemerataan akses bahan bacaan bermutu.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap literasi tidak lagi menjadi kegiatan sampingan sekolah tetapi menjadi pusat kegiatan pendidikan yang menumbuhkan budaya baca dan berpikir kritis di seluruh Indonesia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait