Nasional

Pemerintah Genjot PLTS 100 GWp, Potensi Surya 3.294 GWp

Bagikan:
Panel surya di lahan luas sebagai ilustrasi program PLTS 100 GWp

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 GWp, sementara kapasitas PLTS terpasang baru sekitar 1,5 GWp. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp yang dipercepat dan akan diresmikan groundbreaking-nya di Bali pada tahun ini.

Target, tahapan, dan tenggat waktu

Prasetyo menyampaikan rencana itu dalam keterangan tertulis pada Selasa, 25 Agustus 2026. Pemerintah memasang target awal pembangunan 30 GWp PLTS pada 2026, sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp,”

Program PLTS 100 GWp dibangun bertahap dengan skema yang sudah ditetapkan.

  • Tahap I: 17 GWp
  • Tahap II: 18 GWp
  • Tahap III: 30 GWp

Presiden juga menginstruksikan percepatan penyelesaian program ini hingga 2029.

“Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029. Dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun,”

Perkembangan pembangkit terbarukan

Pada 2025 pemerintah melaporkan telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (ETB). Rinciannya:

  • 12 PLTS
  • 3 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)

Nilai investasi total sekitar Rp103,3 miliar, yang melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Pembangunan ETB dilanjutkan di 39 lokasi PLTS terpadu di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), yang menyasar 4.259 rumah tangga dengan nilai sekitar Rp450,2 miliar. Sementara tiga lokasi PLTMH melayani 464 rumah tangga senilai Rp50,4 miliar.

"Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi. Dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu sebagai Penerima manfaat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL),"

Dampak ekonomi dan lapangan kerja

Menteri Prasetyo menilai PLTS 100 GWp bakal menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, jaringan, dan penguatan industri PV domestik.

Pemerintah memasukkan target ini ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, yang diproyeksikan membuka sekitar 1,7 juta lapangan kerja. Lebih dari 760 ribu di antaranya diperkirakan menjadi green jobs.

“Lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs. Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur,”

Implikasi ke depan

Dengan potensi surya yang besar dan target ambisius, tantangan utama adalah percepatan investasi, pembangunan infrastruktur jaringan, serta penguatan industri lokal. Jika berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan menurunkan ketergantungan pada PLTD dan memberikan efisiensi biaya listrik nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait