PKH Kelurahan Baru Dorong Ekonomi Keluarga Lewat Media Sosial
Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Baru menggelar sosialisasi Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bertema "Penggunaan Media Sosial untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga" pada Selasa (7/7/2026) di Aula Kecamatan Baolan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga penerima manfaat (KPM) agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan menambah pendapatan keluarga.
Pelaksanaan P2K2 dan peserta
Sosialisasi dihadiri oleh keluarga penerima manfaat PKH dari Kelurahan Baru. Materi difokuskan pada pemanfaatan media sosial secara bijak, kreatif, dan produktif. Peserta mendapat panduan praktis untuk memasarkan produk rumah tangga dan memperluas jaringan pelanggan secara online.
Materi dan pendekatan pembelajaran
Dalam sesi, fasilitator menyampaikan langkah-langkah pembuatan konten, penggunaan fitur marketplace, serta strategi promosi dengan modal terbatas. Pendekatan bersifat praktis dan interaktif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan.
"Kami ada program peningkatan keluarga, jadi di situ ada modul-modul yang harus dibahas setiap bulannya. Ada materi yang berbeda, dan bulan ini merupakan modul ekonomi dengan tema penggunaan media sosial untuk peningkatan perekonomian keluarga,"
— kata Koordinator PKH Kelurahan Baru, Sunarti, saat menjelaskan tujuan program pada Selasa (7/7/2026).
Komitmen PKH dan tujuan jangka panjang
Sunarti menegaskan bahwa P2K2 bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Pendampingan diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi agar kesejahteraan keluarga meningkat secara berkelanjutan.
"Kegiatan P2K2 ini merupakan bagian dari komitmen Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui edukasi yang mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga,"
Dampak yang diharapkan
Melalui literasi digital yang lebih baik, PKH berharap peserta dapat:
- Membuka peluang usaha baru berbasis online;
- Meningkatkan penjualan produk lokal lewat promosi digital;
- Memperluas jaringan pemasaran dengan biaya rendah.
Kegiatan serupa direncanakan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan materi yang disesuaikan kebutuhan keluarga. Dengan demikian, literasi digital di antara keluarga penerima manfaat diharapkan meningkat dan mendorong kemandirian ekonomi jangka panjang.
Langkah ke depan
Program akan terus memantau penerapan materi oleh peserta dan menyiapkan modul lanjutan sesuai hasil evaluasi. Upaya ini diharapkan memperkuat peran media sosial sebagai sarana pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...