Batubara Percepat PJU Lewat Skema KPBU, Target 6.152 Titik
Lima Puluh – Pemerintah Kabupaten Batubara mempercepat pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui skema Kerja Sama dengan Badan Usaha (KPBU). Keputusan itu diumumkan pada Kick Off Meeting Proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) yang dibuka Wakil Bupati Syafrizal, Kamis (21/5), di Aula Kantor Bupati.
Rapat pembukaan dan dasar proyek
Kick off meeting dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), dan pejabat daerah termasuk Sekda Batubara. Forum ini menindaklanjuti persetujuan project development facility (PDF) Menteri Keuangan RI tertanggal 3 Maret 2026.
Kesepakatan induk antara Pemkab Batubara dan Kementerian Keuangan serta perjanjian pelaksanaan PDF dengan PT Penjaminan Infrastruktur menjadi dasar pelaksanaan proyek KPBU APJ.
Prioritas pemasangan dan manfaat langsung
Wakil Bupati menegaskan anggaran pemasangan APJ harus diprioritaskan pada jalan protokol kabupaten. Prioritas ini disampaikan karena ruas tersebut melayani area permukiman dan aktivitas masyarakat yang padat.
“Saya ingin penerangan jalan yang dibangun harus lebih banyak atau lebih diprioritaskan pada jalan-jalan protokol kabupaten. Karena pada jalan tersebut lebih banyak perumahan masyarakat,”
Penambahan penerangan diharapkan memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Kebutuhan teknis dan target titik lampu
Kepala Divisi Inisiasi Bisnis PT PII, Hermawan, menyampaikan bahwa Kabupaten Batubara membutuhkan penerangan yang lebih optimal. Kebutuhan ini didorong oleh keberadaan kawasan industri, proyek strategis nasional, dan basis ekonomi multisektoral.
“Untuk menjadikan Kabupaten Batubara yang terang dibutuhkan 6.152 titik lampu yang menerangi jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten,”
Angka tersebut menjadi patokan awal perencanaan pemasangan APJ untuk menutup kekurangan penyebaran lampu saat ini.
Dampak pada berbagai sektor
Rapat juga menyorot manfaat APJ bagi sejumlah sektor. Penerangan jalan diharapkan dapat mendukung aktivitas industri, memperlancar simpul logistik, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, dan mengurangi potensi kriminalitas pada malam hari.
- Mendukung kegiatan industri dan perdagangan
- Memperkuat jaringan logistik dan transportasi
- Menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas
- Mengurangi potensi tindak kejahatan di area gelap
Langkah selanjutnya
Selanjutnya, tim proyek akan melakukan evaluasi detail penyebaran APJ yang saat ini dinilai belum optimal. Pelaksanaan KPBU akan mengikuti tahapan perencanaan teknis dan pembiayaan sesuai kesepakatan PDF.
Dengan alokasi yang tepat pada ruas prioritas dan pengelolaan KPBU, Pemkab menargetkan peningkatan kualitas penerangan jalan yang berdampak langsung pada keselamatan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...