Politik

DPRD Desak Percepat Pintu Air di Muara Kali Jagir untuk Atasi Banjir

Bagikan:
Lokasi muara Kali Jagir dan rencana pembangunan pintu air untuk pengendalian banjir rob

Surabaya — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendesak Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembangunan pintu air di muara Kali Jagir sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang muncul saat curah hujan tinggi berbarengan dengan pasang laut (rob). Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 20 Juli 2026, setelah banjir yang melanda kawasan sekitar muara beberapa hari sebelumnya.

Desakan percepat pembangunan pintu air

Eri menilai keberadaan pintu air menjadi kebutuhan mendesak karena saat hujan deras, air laut mudah merembes ke permukiman lewat muara. Ia menyebut kondisi itu membuat penanganan banjir menjadi sulit terutama saat pasang tinggi.

"Selama ini, air dari laut masuk lewat muara tersebut. Kasus banjir dua hari lalu menjadi bukti sulitnya penanganan karena tingginya curah hujan berbarengan dengan pasang air laut. Solusinya, kita butuh pintu air di muara Kali Jagir,"

Perkiraan biaya dan sumber pembiayaan

Untuk membangun pintu air dengan metode Corrugated Steel Sheet Pile (CSSP), Eri memperkirakan anggaran berkisar antara Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Karena nilai proyek besar, DPRD akan mendorong dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

"Kami berharap APBN ikut mendukung. Sebab, wilayah sungai tersebut sebenarnya berada di bawah pengelolaan dan kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Brantas,"

Langkah jangka pendek: normalisasi Kali Jagir

Sambil menunggu realisasi pintu air, Pemkot Surabaya mulai langkah jangka pendek dengan normalisasi Kali Jagir hingga muara. Proyek pengerukan dimulai pada 16 Juli dan ditargetkan berlangsung hampir satu bulan.

"Mulai tanggal 16 Juli kemarin proses normalisasi Kali Jagir sampai ke muaranya akan dimulai. Ini akan berlangsung selama hampir satu bulan. Kami dari Komisi C juga akan turun langsung mengecek ke lapangan untuk memastikan progresnya berjalan optimal,"

Kebutuhan peremajaan alat berat

Komisi C juga menyoroti kondisi alat berat yang dipakai untuk normalisasi. Mayoritas unit telah berusia lebih dari satu dekade sehingga peremajaan dianggap mendesak dan akan diusulkan dalam penganggaran tahun depan.

"Sebagian besar alat yang digunakan untuk normalisasi sungai telah berusia lebih dari satu dekade sehingga perlu diganti melalui penganggaran tahun depan,"

Dampak dan prospek

Pembangunan pintu air dipandang sebagai upaya struktural untuk mengurangi frekuensi banjir rob di hilir sungai. Selain biaya besar, keberhasilan proyek bakal bergantung pada koordinasi antarlembaga, termasuk BBWS Brantas dan dukungan APBN. Sementara itu, normalisasi sungai diperkirakan memberi penanganan sementara hingga solusi permanen terealisasi.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait