Lokal

IKRH Gelar Peusijuk 34 Alumni Raudhah Hasanah di Banda Aceh

Bagikan:
Tarian Saman pembuka peusijuk 34 alumni Raudhah Hasanah di Pantai Babah Kuala Leupung

BANDA ACEH — Ikatan Keluarga Raudhah Hasanah (IKRH) Cabang Banda Aceh menggelar peusijuk bagi 34 alumni baru pada Minggu, 20 September 2026, di Pantai Babah Kuala Leupung, Aceh Besar. Kegiatan tahunan ini memperkenalkan alumni yang melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di ibu kota provinsi Aceh.

Pembukaan dan rangkaian acara

Acara dibuka sejak pagi dan berlangsung hingga petang. Pembukaan menampilkan tarian khas Gayo Lues, Saman, yang dibawakan sebagai sambutan budaya oleh sebagian alumni.

Ketua panitia, Wahda Raihan, menyatakan bahwa peusijuk bertujuan memperkenalkan wajah-wajah baru alumni kepada leting di Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Ke 34 anggota baru yang kita peusijuk kali ini merupakan bagian dari alumni ke 35 pesantren Raudhah Hasanah Medan yang lulus pada Mei 2026. Mereka melanjutkan studi ke berbagai kampus di Banda Aceh. Termasuk beberapa yang sedang mengikuti bimbel kedinasan."

"Adik-adik kami tersebut tidak hanya dari beragam daerah tingkat dua di provinsi Aceh, namun juga dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Karenanya urgen kita kenalkan mereka kearifan lokal masyarakat Aceh secara umum."

Sambutan dan pesan kebersamaan

Sekretaris IKRH Banda Aceh, Ahmad Arif, yang membuka acara menekankan nilai persaudaraan yang diajarkan di pesantren. Ia mengingatkan agar tidak ada salah kaprah soal senioritas dan agar ukhuwah tetap dijaga.

"Butir keempat dari panca jiwa tersebut mengajarkan ketulusan dalam bersaudara. Karenanya tidak ada istilah senioritas yang salah kaprah seperti yang sering kita saksikan dalam kekinian hidup maupun kedisinian kehidupan. Kita terbiasa membersamai alumni tanpa melihat tentang waktu di antaranya."

"Selama rangkaian panjang studi itu, diharapkan setiap alumni memaksimalkan ikhtiar dalam berjejaring. Jangan sampai hanya datang, duduk, dengar dan pulang dari kampus, lalu habiskan waktu scroll gawai yang tidak hadirkan kebaikan dan atau kebermanfaatan."

Motivasi tokoh dan peserta

Setelah sesi peusijuk untuk dua perwakilan, hadir motivasi dari M. Hatta Bulkaini, anggota DPR Aceh, yang mendorong alumni memanfaatkan bekal pesantren sebagai modal hidup.

"Apa yang dituntunkan kepada kita selama nyantri dahulu menjadi modal dasar fundamental dalam mengisi hidup dan kehidupan di mana pun berada. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi alumni untuk tidak memaksimalkan ikhtiarnya. Berdiri di atas dan untuk semua golongan."

Beberapa pengurus dan alumni senior yang hadir antara lain:

  • Mahlia Sofa Altas, alumni ke-6 (1997), aktif di Dinas Kesehatan Provinsi Aceh
  • Diliga Mahardika, seangkatan dengan Hatta Bulkaini, bergerak di bidang swasta

Maksud dan dampak

Panitia menegaskan peusijuk bukan sekadar seremonial, melainkan sarana pengenalan budaya lokal dan jaringan sosial. Kehadiran alumni dari berbagai daerah di Sumatera memperkuat ragam latar belakang peserta.

Melalui kegiatan ini, IKRH berharap alumni baru lebih cepat beradaptasi, memanfaatkan peluang akademik, dan aktif membangun jejaring yang bermanfaat selama studi.

Dengan penguatan ukhuwah dan pengenalan kearifan lokal, IKRH menargetkan kesinambungan dukungan bagi generasi alumni yang menuntut ilmu di Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait