Pesta Timuran Jaksel: Festival Budaya Timur di CIBIS Park
Pesta Timuran Jaksel akan hadir sebagai festival musik dan budaya Timur di Jakarta pada 4 Juli 2026 di CIBIS Park. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi NADI Creative dan Antara Suara yang bermula dari diskusi komunitas di Kemang, dengan tujuan memperkenalkan serta meregenerasi seni dan tarian Timur agar lebih diterima di industri hiburan nasional.
Awal kolaborasi dan visi bersama
Program Director acara, Robby Neo, mengatakan gagasan festival muncul setelah serangkaian pertemuan panjang antar pelaku seni. Diskusi ini memetakan minat bersama terhadap musik, tarian, dan budaya Timur, lalu mengerucut menjadi konsep festival.
“Kebanyakan orang yang berjuang dari sisi seni, musik, dan menari dan untuk perkenalkan budaya tarian Timur di Jakarta. Jadi ketika kita ngobrol, akhirnya brainstorming bareng ternyata punya visi-visi yang sama,”
Tujuan: regenerasi dan warisan budaya
Robby menegaskan salah satu tujuan inti adalah menciptakan regenerasi pelaku seni Timur dan memastikan warisan budaya tetap hidup. Pendekatan itu diarahkan agar musisi dan penari Timur dapat beradaptasi dan diterima dalam industri hiburan nasional.
Proses dan konsep pertunjukan
Tim penyelenggara melakukan proses panjang untuk merumuskan konsep yang tepat. Mereka menguji beberapa format, lalu memilih pertunjukan kelompok sebagai elemen sentral agar tarian dan musik Timur tampil lebih kontekstual dan atraktif.
“Gimana caranya biar musik ini bisa diterima di industri, dan tarian ini bisa diterima di industri. Jadi kita coba sekali dua kali dalam proses yang cukup lama sebenarnya, dengan penuh kesabaran, dengan ngeluangin waktu,”
Program utama dan special show
Festival menampilkan sejumlah special show yang dikembangkan spesifik untuk acara ini. Setiap pertunjukan mengusung konsep berbeda untuk menonjolkan ragam tradisi dan gaya kontemporer dari wilayah Timur Indonesia.
- Dendang Minang Timuran
- Timur Jazz Rock
- Suara Timur
- Pesta Timuran
- Lagu Timur Session
- Bagoyang
Komunitas dan jaringan lintas kota
Festival ini juga merupakan pertemuan antara komunitas Timuran Jaksel dan gerakan Suara Tana Timur yang berkembang di berbagai kota. Pesta Timuran dibuat sebagai ruang kolaborasi lintas genre, lintas generasi, dan pertemuan karya musisi Indonesia Timur.
Dengan format pertunjukan kolaboratif, penyelenggara berharap festival menjadi wadah berkelanjutan untuk memperkuat identitas komunitas dan memfasilitasi akses pelaku seni Timur ke panggung nasional. Penyelenggaraan pada 4 Juli di CIBIS Park menjadi langkah awal yang diharapkan memicu gerakan serupa di kota lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Reza Rahadian Garap Film 'Casparina', Siap ke Busan 2026
Reza Rahadian menggarap film kedua berjudul Casparina yang akan dipresentasikan di Asian Project Market Busa...
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Operasi Polip Pita Suara, Hiatus hingga 22 Agustus
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE menjalani operasi polip pita suara pada 5 Agustus 2026 dan menghentikan jadwal res...
no na Rilis Album Perdana 'island girl' 18 September 2026
no na akan merilis album debut island girl pada 18 September 2026, didahului single Honk! yang keluar 31 Jul...
Mixtape: Format Musik yang Buka Jalan Karier Banyak Artis
Mixtape berkembang dari kaset hip-hop era 1970-an jadi format profesional yang beri kebebasan bereksperimen...
Fanny Kondoh Harap 'Baby Udon' Abadikan Sosok Hajime
Fanny Kondoh berharap film Baby Udon mengenang Hajime Kondoh sebagai ayah, bermula dari cerita di podcast De...
Trailer 'Baby Udon' Rilis, Angkat Kisah Nyata Fanny Kondoh
Trailer film Baby Udon diluncurkan; film angkat kisah nyata Fanny Kondoh dan Hajime, tayang 3 September 2026...