Hasto Paparkan 3 Pesan Moral Gatotkaca pada Pagelaran Wayang di Blitar
BLITAR — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan tiga pesan moral utama yang dia lihat dalam tokoh pewayangan Gatotkaca saat pagelaran wayang kulit "Lahirnya Gatotkaca" di Pendopo Kabupaten Blitar, Senin (15/6/2026). Pesan itu berkaitan dengan keberanian membela kebenaran, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan moralitas, serta hidup sederhana yang selalu eling lan waspada.
Tiga pesan moral Gatotkaca
Hasto mengurai tiga nilai yang menurutnya relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya meneladani sikap Gatotkaca sebagai figur yang berani dan mengabdi kepada rakyat.
- Keberanian membela kebenaran: Gatotkaca dicontohkan sebagai sosok yang tak gentar menghadapi ketidakadilan dan berjuang untuk rakyat.
- Keseimbangan kekuasaan dan moralitas: Hasto mengingatkan bahwa ambisi dan relasi keluarga tidak selalu menentukan moral seorang manusia, sehingga perlu terus dijaga.
- Hidup sederhana dan waspada: Sikap hidup sederhana serta mengingat asal-usul menjadi landasan agar tidak terseret oleh kekuasaan.
Gatotkaca tidak pernah takut. Akhir-akhir ini kita sering takut membela kebenaran, takut memperjuangkan keadilan ketika ketidakadilan merajalela. Belajarlah dari Gatotkaca, jadilah ksatria yang membela rakyat, bangsa, dan negara.
Keseimbangan antara baik dan buruk
Hasto menyinggung kisah Arjuna dan Karna untuk memperlihatkan bahwa manusia tidak sepenuhnya baik atau buruk. Pilihan dan kepentingan bisa membawa dua saudara ke jalan berbeda. Karena itu, menurutnya, setiap orang bertanggung jawab memelihara nilai kebaikan.
Kedua elemen baik dan buruk selalu ada. Tugas kita menjaga keseimbangan agar sisi baik terus bergelora melalui laku tirakat.
Punokawan dan filosofi Jawa
Dalam sambutannya, Hasto juga menyorot peran Punokawan — Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong — sebagai simbol rakyat kecil yang menjadi penopang dan pengingat bagi para ksatria. Ia menegaskan bahwa ksatria seharusnya mengabdi kepada rakyat, bukan sebaliknya.
Punokawan adalah simbol Dewa Ngejawantah yang menyatu dengan kehidupan rakyat. Ksatria mengabdi kepada rakyat, bukan sebaliknya.
Hasto menambahkan nilai-nilai pewayangan juga tercermin dalam konsep Jawa seperti Sedulur Papat Limo Pancer, yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Menurutnya, ajaran-ajaran ini tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan modern.
Pesan untuk generasi muda
Hasto mengajak generasi muda, mahasiswa, birokrat, dan calon pemimpin untuk meneladani semangat Gatotkaca dalam pengabdian kepada bangsa. Ia menutup sambutan dengan peringatan agar para pemimpin masa kini tidak takut menjalankan tugas membela kebenaran.
Seluruh ksatria masa kini tidak boleh takut menjalankan tugas membela kebenaran dan keadilan.
Pagelaran wayang kulit itu merupakan bagian rangkaian Bulan Bung Karno dan malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Acara ini dimaksudkan untuk merawat tradisi budaya sekaligus menanamkan nilai kebangsaan melalui seni yang dekat dengan rakyat.
Baca juga: Liputan terkait di Google News
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...