Jatim Sepakati Perubahan APBD 2026: Infrastruktur Jadi Prioritas
SURABAYA — DPRD Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyepakati Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (5/8/2026). Kesepakatan itu menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama untuk menjawab keterbatasan anggaran di banyak desa. Langkah ini diambil agar kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan dan irigasi, tetap terpenuhi.
Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
Rapat paripurna menghasilkan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUA-PPAS) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P). Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menyatakan fokus anggaran diarahkan pada program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Tujuannya untuk menutup celah fiskal di tingkat desa akibat perubahan penggunaan dana desa.
Fokus pada pembangunan infrastruktur
Deni menegaskan perlunya peran lebih besar pemerintah provinsi dalam membiayai infrastruktur dasar. Keluhan dari kepala desa selama reses dominan soal minimnya anggaran untuk jalan, saluran irigasi, dan fasilitas umum. Karena itu, belanja modal untuk proyek fisik menjadi prioritas dalam perubahan anggaran tersebut.
"Perubahan KUA-PPAS ini difokuskan untuk memperkuat program-program prioritas Gubernur dan Pemprov Jatim yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,"
Alokasi anggaran dan program yang dipertahankan
Pemprov dan DPRD mengalokasikan tambahan sekitar Rp2,6 triliun dalam Perubahan APBD 2026. Dana itu akan diarahkan pada program yang berdampak langsung kepada warga. Selain infrastruktur, sejumlah program sosial tetap diperkuat untuk menjaga kesejahteraan.
- Beasiswa untuk pelajar berprestasi
- Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (Jawara)
- Rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu)
- Pelayanan dasar lainnya yang mendesak
Penyelesaian Tunjangan Profesi Guru (TPG)
Masalah pembayaran Tunjangan Profesi Guru yang tersisa dari tahun sebelumnya mendapat perhatian DPRD. Deni mengatakan Pemprov Jawa Timur sedang mengkaji kemungkinan membantu penyelesaian kewajiban itu, jika secara regulasi memungkinkan. Komitmen ini bertujuan meringankan beban guru meski tanggung jawab utama berada di pemerintah pusat.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan penguatan belanja modal, diharapkan celah pembiayaan infrastruktur di desa dapat terisi. Namun, alokasi ini juga menuntut pengawasan ketat agar dana tepat sasaran dan proyek selesai tepat waktu. DPRD dan Pemprov Jatim berencana meninjau pelaksanaan program secara berkala untuk mengevaluasi dampak langsung terhadap masyarakat.
Perubahan APBD 2026 ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan fisik dan pelayanan sosial dalam kondisi fiskal yang terbatas.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Minta Kejelasan SK Pemutakhiran LP2B Jember untuk APBD 2027
DPRD Jember mendesak salinan SK pemutakhiran LP2B untuk memastikan program ketahanan pangan dan pembangunan...
DPRD Kediri: Tingkatkan Dukungan untuk Ormas Keagamaan
Yuzar Rasyid mendorong pemerintah memperkuat dukungan bagi ormas keagamaan untuk pembinaan akhlak dan pening...
Soekarno Run Blitar 2026: Peserta Tembus 5.000, Ekonomi Lokal Bangkit
Soekarno Run Blitar 2026 (8/11/2026) menarik lebih dari 5.000 peserta dan menggerakkan ekonomi lokal, dari h...
Pagelaran Campursari 'Tombo Ati' Hidupkan Tradisi di Bojonegoro
Ratusan warga Sambongrejo menghadiri Pagelaran Campursari "Tombo Ati" untuk melestarikan budaya dan mendoron...
Soekarno Run 2026 di Blitar: 4.200 Pelari Bawa Pesan Berdikari
Soekarno Run 2026 di Blitar diikuti 4.200 pelari. Rute melewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, menekank...
Pokmas Watu Ulo Didorong Kembangkan Pariwisata Bahari Jember
DPRD Jember mendorong Pokmas JWS kembangkan Pantai Watu Ulo berkelanjutan untuk mendorong ekonomi lokal dan...