KIP Perguruan Tinggi: Komisi VIII Pastikan 70 Mahasiswa Bondowoso Terima
Bondowoso — Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan Program KIP Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama adalah program mitra kerja Komisi VIII. Pernyataan itu disampaikan saat penyerahan bantuan KIP kepada 70 mahasiswa STAI Al Utsmani, Kecamatan Jambesari Darussholah, Bondowoso, Selasa (4/8/2026).
Penegasan wewenang Komisi VIII
Ina menolak klaim penyaluran KIP oleh komisi lain. Ia menegaskan Komisi VIII memiliki peran pengawalan penyaluran program tersebut ke daerah pemilihan.
Kalau ada anggota DPR RI yang mengklaim dari komisi lain, ya tidak bisa, karena ini program Komisi VIII. Password-nya itu Komisi VIII
Menurutnya, program ini adalah bagian dari kerja sama antara Komisi VIII dan Kementerian Agama. Setiap anggota Komisi VIII mendapat tugas untuk memastikan bantuan tepat sasaran di wilayahnya.
Besaran dan sasaran bantuan
Pada acara di STAI Al Utsmani, sebanyak 70 mahasiswa menerima bantuan KIP. Setiap penerima memperoleh sekitar Rp6 juta per semester untuk menunjang biaya studi.
Data dari aplikasi Kementerian Agama menunjukkan kuota KIP untuk kampus itu memang berjumlah 70 penerima, kata Sinung Sudrajad, Wakil Ketua DPRD Bondowoso sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso.
Imbauan penggunaan dana
Ina mengingatkan dana KIP dipakai sesuai tujuan, yakni mendukung proses perkuliahan. Penggunaan untuk alat penunjang pembelajaran, seperti laptop, masih diperbolehkan, tetapi pengeluaran di luar pendidikan harus dihindari.
Gunakan untuk kebutuhan kuliah. Jangan dipakai membeli telepon seluler atau keperluan lain di luar pendidikan
Respons kampus dan dampak
Pengasuh Pondok Pesantren Al Utsmani, Ali Murtadha, mengatakan bantuan ini sangat berarti bagi mahasiswa baru. Dari sekitar 200 mahasiswa baru tahun ini, 70 orang atau hampir 30 persen menerima KIP.
Ini sangat membantu mahasiswa kami yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan
Suasana penyerahan diselingi yel-yel "Santri Banteng" dari mahasiswa dan santri. Ina merespons positif dan menegaskan pilihan politik adalah hak tiap individu.
Konsekuensi dan tindak lanjut
Penegasan Komisi VIII diharapkan memperjelas kewenangan pengawalan program dan mencegah klaim ganda dari pihak lain. Ke depan, pengawasan distribusi KIP akan terus dilakukan agar bantuan mencerminkan kebutuhan pendidikan penerima.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Minta Kejelasan SK Pemutakhiran LP2B Jember untuk APBD 2027
DPRD Jember mendesak salinan SK pemutakhiran LP2B untuk memastikan program ketahanan pangan dan pembangunan...
DPRD Kediri: Tingkatkan Dukungan untuk Ormas Keagamaan
Yuzar Rasyid mendorong pemerintah memperkuat dukungan bagi ormas keagamaan untuk pembinaan akhlak dan pening...
Soekarno Run Blitar 2026: Peserta Tembus 5.000, Ekonomi Lokal Bangkit
Soekarno Run Blitar 2026 (8/11/2026) menarik lebih dari 5.000 peserta dan menggerakkan ekonomi lokal, dari h...
Pagelaran Campursari 'Tombo Ati' Hidupkan Tradisi di Bojonegoro
Ratusan warga Sambongrejo menghadiri Pagelaran Campursari "Tombo Ati" untuk melestarikan budaya dan mendoron...
Soekarno Run 2026 di Blitar: 4.200 Pelari Bawa Pesan Berdikari
Soekarno Run 2026 di Blitar diikuti 4.200 pelari. Rute melewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, menekank...
Pokmas Watu Ulo Didorong Kembangkan Pariwisata Bahari Jember
DPRD Jember mendorong Pokmas JWS kembangkan Pantai Watu Ulo berkelanjutan untuk mendorong ekonomi lokal dan...