Wamendag Pacu Perluasan Akses Pasar Global Produk Halal
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global untuk produk halal Indonesia agar potensi industri halal nasional dapat dioptimalkan. Pernyataan itu disampaikan pada 1 Juni 2026 seiring upaya Kemendag membuka kerja sama dan perjanjian dagang untuk memperluas peluang ekspor.
Strategi buka akses pasar
Roro mengatakan Kementerian Perdagangan aktif menegosiasikan kerja sama dagang dan membuka pasar baru untuk pengusaha Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk menjawab dinamika geopolitik dan ekonomi global serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh. Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas.
Pembukaan pasar ditargetkan di kawasan yang dinilai potensial, antara lain:
- Amerika Latin
- Afrika
- Amerika Utara
- sejumlah wilayah lainnya
Data dan peluang perdagangan halal
Roro menyoroti tren kenaikan ekonomi halal global dan meminta agar Indonesia memanfaatkan momentum tersebut. Menurutnya, nilai pasar halal dunia diperkirakan mencapai USD3,2 triliun pada 2025.
Kemendag mencatat kinerja perdagangan produk halal Indonesia pada 2025 sebagai berikut.
| Indikator | Nilai (USD) |
|---|---|
| Ekspor produk halal | 63,42 miliar |
| Impor produk halal | 12,24 miliar |
| Surplus perdagangan | 51,17 miliar |
Meski neraca perdagangan produk halal kita sudah mencatatkan surplus yang positif, kami berharap capaian ekspor tersebut dapat terus meningkat. Sehingga produk halal Indonesia makin mendominasi pasar global.
Dukungan untuk pelaku usaha
Untuk mendorong peningkatan ekspor, Kemendag memperkuat instrumen fasilitasi perdagangan. Salah satunya adalah program UMKM BISA Ekspor yang mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah.
| Periode | Kegiatan | Pelaku usaha | Transaksi (USD) |
|---|---|---|---|
| Jan-Apr 2026 | 278 kegiatan | 552 pelaku usaha | 107,34 juta |
Kemendag juga mendorong pemanfaatan platform Inaexport sebagai etalase produk nasional, dan menyediakan layanan pendampingan melalui jaringan Export Center di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.
Agenda pemasaran dan ajakan untuk pelaku usaha
Roro mengundang pelaku usaha agar memanfaatkan pameran perdagangan internasional. Salah satu agenda besar adalah Trade Expo Indonesia yang dijadwalkan pada 14 hingga 18 Oktober 2026.
Kami ingin makin banyak produk halal Indonesia tampil di panggung internasional. Melalui TEI dan berbagai program fasilitasi ekspor lainnya, kami berharap produk-produk unggulan Indonesia makin dikenal dan dipercaya oleh pasar dunia.
Sementara itu, perwakilan pelaku usaha menilai Indonesia memiliki peluang besar di pasar halal global. Mereka mendorong penguatan promosi, peningkatan produk bersertifikat halal, serta sinergi antarpemangku kepentingan untuk mempercepat penetrasi pasar internasional.
Dengan kombinasi kebijakan akses pasar, program pendukung, dan agenda promosi internasional, pemerintah berharap ekspor produk halal Indonesia terus tumbuh dan memperkuat posisi di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...