Registrasi Perlinsos Digital Sumut Baru 22,8%, Pemprov Kejar Target
MEDAN — Registrasi Perlinsos Digital di Sumatera Utara masih jauh dari target. Hingga Jumat (6/11), baru 1.111.422 kepala keluarga (KK) terdaftar dari target 4.864.605 KK, atau sekitar 22,8 persen. Data itu akan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial pada 2027, sehingga Pemprov Sumut berencana mempercepat pendaftaran dan verifikasi dalam sisa waktu sekitar dua bulan.
Angka pendaftaran dan capaian nasional
Secara nasional, jumlah KK di 38 provinsi mencapai 96.044.487. Kementerian Sosial menargetkan 48 juta KK terdaftar dalam Perlinsos Digital, namun realisasinya baru 18.829.945 KK.
| Wilayah | Terdaftar (KK) | Target (KK) | Persentase |
|---|---|---|---|
| Sumatera Utara | 1.111.422 | 4.864.605 | 22,8% |
| Nasional (38 provinsi) | 18.829.945 | 48.000.000 | 39,2% dari target nasional |
Beberapa provinsi mencatat persentase pendaftaran lebih tinggi, seperti Aceh (51,25%), Bali (50,73%), dan Nusa Tenggara Barat (27%).
Langkah percepatan di Sumut
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, menyatakan akan menindaklanjuti arahan pusat dengan memperkuat koordinasi antar OPD dan mempercepat verifikasi data. Salah satu langkah yang diambil adalah menyelaraskan data biometrik untuk memastikan validitas calon penerima.
"Program Perlinsos diperuntukkan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Mereka adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah,"
Timur meminta Dinas Sosial Sumut segera berkoordinasi dengan Dinas PMD, Dukcapil, dan OPD terkait karena peran lembaga-lembaga ini krusial sebagai fondasi data untuk percepatan registrasi.
Arahan pusat dan peran agen Perlinsos
Rapat koordinasi percepatan registrasi diikuti Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komite Percepatan Digitalisasi Bantuan Luhut Binsar Pandjaitan, serta kepala daerah se-Indonesia. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat dan mengarahkan agar tiap daerah mencapai minimal 50 persen pendaftaran dari populasi KK setempat.
Saifullah mengingatkan peran aktif agen Perlinsos di kabupaten/kota. Saat ini ada 1.091.586 agen terdaftar, yang terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), ASN pemda, PSK, camat, perangkat desa/kelurahan, serta kepala lingkungan dan RT/RW. Pendamping PKH menyumbang pendaftaran terbesar, mencapai 40,6 persen.
"Saya meminta untuk membangunkan agen yang belum aktif. Setiap OPD, camat, dan desa memastikan agen yang sudah terdaftar mulai mendaftarkan warganya,"
Tito juga menyarankan pembentukan tim di tiap daerah yang diketuai Kepala Dinas Sosial dan didampingi Dukcapil, dengan Sekda sebagai pengawas dan penanggung jawab di tingkat kepala daerah.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Dengan tenggat waktu yang pendek, pemerintah provinsi diminta melakukan pemantauan berkala dan mengerahkan sumber daya untuk meningkatkan pendaftaran. Keberhasilan percepatan akan menentukan ketepatan sasaran penyaluran bansos, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, dan subsidi energi di masa depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wagub Sumut: Semua Elemen Harus Terlibat dalam Pendidikan Kristen
Wagub Sumut Surya buka Rakerwil MPKW Sumut-Aceh, minta seluruh elemen terlibat dalam transformasi sekolah Kr...
Polres Labusel Bagikan Helm dan Jaket di Operasi Patuh Toba
Polres Labuhanbatu Selatan membagikan helm, jaket, dan payung saat Operasi Patuh Toba 2026 di Kotapinang unt...
Operasi Patuh Toba: 36 Tilang Teguran untuk Angkutan Berat di Sergai
Satlantas Polres Sergai gelar ramp check di Rest Area KM 65 A; 36 tilang teguran dikeluarkan untuk truk ODOL...
PLN UID Sumut dan UMSU Percepat Transisi Energi lewat Seminar 2026
PLN UID Sumatera Utara menggelar Seminar Konversi Energi Listrik 2026 di UMSU (5/11) untuk memperkuat kolabo...
RSUD Dr Pirngadi Buka Cath Lab, Tangani Kasus Jantung di Medan
RSUD Dr Pirngadi Medan mulai operasikan Cath Lab untuk penanganan jantung; Kemenkes dukung fasilitas dan SDM...
Polres Langsa Musnahkan 243,90 Gram Sabu, Selamatkan 1.951 Jiwa
Polres Langsa memusnahkan 243,90 gram sabu hasil delapan kasus pada 5 November dan memperkirakan 1.951 jiwa...