DPRD Jatim: Perkuat Pelatihan Pemuda untuk Dorong Wirausaha Baru
SIDOARJO — Anggota DPRD Jawa Timur Hari Yulianto mendorong pemerintah memperkuat program pelatihan bagi pemuda untuk mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang berdaya saing. Pernyataan itu disampaikan saat reses di Balai Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026). Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang wirausaha lokal.
Dorongan fokus pada pelatihan berkelanjutan
Hari menyatakan aspirasi warga tidak hanya soal infrastruktur. Banyak warga meminta penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi pemuda dan pelaku usaha mikro. Menurutnya, pelatihan harus dirancang berkelanjutan agar menghasilkan pelaku usaha mandiri, bukan sekadar pelatihan sekali jalan.
Mayoritas aspirasi masyarakat memang masih berkaitan dengan infrastruktur. Namun, banyak juga yang mengusulkan program pemberdayaan, baik untuk pemuda maupun ibu-ibu. Mereka membutuhkan pelatihan digital marketing dan pelatihan keterampilan agar bisa meningkatkan pendapatan.
Keterampilan praktis dan pemasaran digital
Hari menilai keterampilan seperti pembuatan aneka kue tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, keterampilan itu harus dipadukan dengan kemampuan pemasaran secara digital agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena perkembangan ekonomi berbasis teknologi, penguasaan digital marketing menjadi kebutuhan penting. Pemerintah diharapkan menyusun modul pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar dan berkelanjutan.
Peran UMKM dan data daerah
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan UMKM masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Hari mengatakan kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, terutama generasi muda, agar dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan
Hari menyatakan seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Jawa Timur. Keberhasilan program pemberdayaan, menurutnya, membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, partai politik, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kami akan membangun kolaborasi dengan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan dari Sidoarjo serta seluruh kader partai agar program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa dikawal dan direalisasikan bersama.
Langkah konkret yang diusulkan meliputi penyusunan pelatihan berbasis kebutuhan lokal, pendampingan pasca-pelatihan, serta fasilitasi akses pemasaran online. Jika dijalankan, strategi ini diharapkan mendorong lahirnya wirausaha baru dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan: Pemkab Malang Harus Peka, RAPBD 2027 Konsisten
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkab Malang tangani masalah sejak dini dan pastikan RAPBD 2027 konsisten dari...
Puan Dorong Medali Asian Games 2026 Jadi Modal Perkuat Pembinaan
Puan Maharani minta setiap medali Asian Games 2026 dijadikan modal memperkuat pembinaan olahraga nasional se...
DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya
DPRD Surabaya dukung program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung; tekan kebutuhan pendampingan agar usaha ri...
PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Desa Madiun beri kepastian kewenangan, anggaran, pengawasan, dan kesejah...
Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia
Novita Hardini dorong FJTT ke-30 dan status KEN 2026 dijadikan momentum menjadikan Trenggalek rumah jaranan...
KONI Dorong Mini Soccer Trenggalek Jadi Sumber Talenta Porprov 2027
KONI Trenggalek mendorong mini soccer jadi sumber talenta Porprov Jatim 2027 lewat Turnamen Piala Dispora 20...