Pemerintah Perkuat Ekonomi Domestik untuk Hadapi Volatilitas Global
Menteri Keuangan Suahasil Nazara
Kebijakan untuk penciptaan lapangan kerja
Suahasil menekankan pentingnya menciptakan employment dan memperbesar penyerapan tenaga kerja formal. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya tahan domestik.
Pentingnya pada saat ini kita memikirkan bagaimana menciptakan employment, serapan tenaga kerja semakin formal semakin baik. Selain itu juga kami ingin menegaskan, kita juga perlu mendorong ekspor kita
Menurutnya, fokus pada penyerapan tenaga kerja formal akan meningkatkan kualitas pasar tenaga kerja dan memberi efek berganda bagi pertumbuhan konsumsi domestik.
Tantangan: volatilitas pasar global
Suahasil menyebut ketegangan di Amerika Serikat dan agenda di Timur Tengah, khususnya Iran, memicu fluktuasi pasar global. Kondisi ini dinilai berisiko bila tidak ditangani, sehingga perlu strategi mitigasi dari pemerintah.
Mitigasi tersebut meliputi langkah fiskal dan kebijakan yang menjaga stabilitas makro serta mendorong ekspor sebagai sumber devisa.
Kondisi ekonomi domestik dan indikator
Meski ada tekanan eksternal, Suahasil menilai kondisi ekonomi domestik masih kuat. Pertumbuhan yang tercatat menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Di sisi lain, domestik kita sangat kuat, pertumbuhan kita masih berjalan baik. Pertumbuhan yang berjalan baik 5,45% berarti kegiatan ekonomi itu bekerja, transaksi berjalan, pajak terlihat, pajak terlihat ada pertumbuhan
Ia juga menyebut bahwa transaksi berjalan dan penerimaan pajak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. Selain itu, kemampuan pemerintah menahan inflasi menjadi modal penting bagi stabilitas ekonomi.
Langkah konkret pemerintah
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah akan bekerja sama dengan kementerian lain dan entitas terkait, termasuk Danantara, untuk membuka ruang investasi. Fokus kebijakan meliputi:
- Penciptaan barang dan jasa yang menyerap tenaga kerja;
- Penyerapan tenaga kerja formal;
- Menjaga kredibilitas APBN sebagai instrumen fiskal.
Ini semua adalah modal kita untuk terus menciptakan employment tadi dan juga modal kita. Untuk terus bisa melakukan ekspor ke pasar dunia dan ini akan berakibat baik untuk negara kita
Pemerintah menilai kombinasi penguatan domestik dan dorongan ekspor akan memperkecil dampak volatilitas global dan memberikan keuntungan jangka menengah bagi perekonomian nasional.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Cek Ini Sebelum Pilih Supplier Kemasan Kosmetik yang Bisa Cetak
Daftar periksa untuk memilih supplier kemasan kosmetik yang juga menyediakan layanan cetak agar produksi leb...
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata Premium
KAI meluncurkan Nusantara Explorer, kereta wisata premium berkapasitas 91 penumpang yang mengangkat budaya l...
KAI Rayakan 81 Tahun, Perkuat Layanan dan Konektivitas
KAI merayakan HUT ke-81 pada 28 September 2026, menegaskan fokus pada peningkatan layanan, inovasi produk, d...
Ceria Metalindo Prima Raih Apresiasi dari Bea Cukai Kendari
PT Ceria Metalindo Prima menerima piagam dari Bea Cukai Kendari dalam Forum Konsultasi Publik, sekaligus men...
Daftar KUR Lewat SAPA UMKM, Akses Modal untuk Pelaku UMKM Makin Mudah
SAPA UMKM memudahkan pengajuan KUR sehingga pelaku UMKM bisa lebih cepat mengakses permodalan dan memperbesa...
Bayer dan Petani Panen DEKALB DK79C, Potensi Naik 10–15%
Bayer dan 7.000+ petani panen DEKALB DK79C Kuat (23 Sep–1 Okt 2026). Hasil potensial 10–15% lebih tinggi unt...