APBN 2027 Beri Afirmasi untuk Kawasan 3T dan Pendidikan Gratis
Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menyatakan APBN 2027 memberi afirmasi bagi kawasan terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan program pendidikan gratis. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Afirmasi untuk kawasan 3T
Said menyebut APBN 2027 menempatkan kawasan 3T sebagai prioritas melalui serangkaian program afirmasi. Salah satu fokus nyata adalah percepatan pembangunan infrastruktur daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Selain infrastruktur, pemerintah juga menargetkan program pendidikan gratis pada jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai pilot project dengan alokasi dana.
"APBN 2027 memberikan afirmasi terhadap kawasan 3T, terluar, tertinggal, terdepan melalui berbagai program afirmasi. Seperti percepatan pembangunan infrastruktur daerah dan sasaran utama pilot project program pendidikan gratis,"
Alokasi dan prioritas pendidikan
Said menjelaskan sasaran utama pilot project pendidikan gratis mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan alokasi anggaran sebesar Rp5 triliun. Dana ini dialokasikan untuk mengurangi hambatan akses pendidikan di daerah yang paling membutuhkan.
Pembiayaan: naikkan pendapatan, jangan tambah utang
Menurut Said, penambahan belanja negara untuk program prioritas harus diimbangi kenaikan target pendapatan. Pendapatan tersebut berasal dari dua sumber utama:
- Perpajakan
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
"Dengan demikian kenaikan belanja tidak kita bebankan ke pembiayaan hutang," ucapnya.
Ia menegaskan kebijakan fiskal APBN 2027 berupaya mempertahankan ruang fiskal tanpa mengandalkan pembiayaan utang baru. Oleh karena itu, upaya memperbesar basis penerimaan menjadi bagian penting dari penyusunan anggaran.
Implikasi dan langkah ke depan
Langkah afirmatif pada APBN 2027 dipandang sebagai upaya memperkecil kesenjangan antar daerah dan meningkatkan akses layanan publik di kawasan 3T. Keberhasilan program bergantung pada realisasi anggaran, koordinasi antar-kementerian, dan pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Pemerintah diharapkan mematangkan mekanisme penyaluran dana, pemantauan proyek infrastruktur, dan evaluasi pilot project pendidikan gratis agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Cek Ini Sebelum Pilih Supplier Kemasan Kosmetik yang Bisa Cetak
Daftar periksa untuk memilih supplier kemasan kosmetik yang juga menyediakan layanan cetak agar produksi leb...
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata Premium
KAI meluncurkan Nusantara Explorer, kereta wisata premium berkapasitas 91 penumpang yang mengangkat budaya l...
KAI Rayakan 81 Tahun, Perkuat Layanan dan Konektivitas
KAI merayakan HUT ke-81 pada 28 September 2026, menegaskan fokus pada peningkatan layanan, inovasi produk, d...
Ceria Metalindo Prima Raih Apresiasi dari Bea Cukai Kendari
PT Ceria Metalindo Prima menerima piagam dari Bea Cukai Kendari dalam Forum Konsultasi Publik, sekaligus men...
Daftar KUR Lewat SAPA UMKM, Akses Modal untuk Pelaku UMKM Makin Mudah
SAPA UMKM memudahkan pengajuan KUR sehingga pelaku UMKM bisa lebih cepat mengakses permodalan dan memperbesa...
Bayer dan Petani Panen DEKALB DK79C, Potensi Naik 10–15%
Bayer dan 7.000+ petani panen DEKALB DK79C Kuat (23 Sep–1 Okt 2026). Hasil potensial 10–15% lebih tinggi unt...